[Kilasan Pasar Nikel SMM] Utilisasi RKEF Indonesia Turun ke 76% Akibat Pemotongan Kuota Bijih; Pemerintah Mengincar Kisaran Harga Nikel US$18-20 Ribu
Utilisasi kapasitas smelter RKEF Indonesia telah turun menjadi 76% dari 84% pada 2025 setelah kementerian energi memangkas kuota bijih nikel 2026 menjadi 260–270 juta ton — di bawah produksi tahun lalu sebesar 320 juta ton dan estimasi permintaan FINI sebesar 340–350 juta ton. Ketua FINI Arif Perdana Kusuma mengatakan sejumlah lini di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah beroperasi di bawah kapasitas 50%; smelter mempertahankan output minimal ketimbang mematikan tanur, yang butuh waktu berbulan-bulan untuk dihidupkan kembali. Seorang anggota Dewan Ekonomi Nasional Indonesia mengatakan kuota itu diperlukan guna mencegah surplus rekor, dan merujuk pada koridor harga sasaran pemerintah di $18.000–$20.000/ton — seraya mengingatkan bahwa lonjakan signifikan di atas $20.000 akan merugikan pengguna akhir nikel.