Guangyuan Hongchangsheng Aluminum Memperkenalkan Rencana Peningkatan Kapasitas untuk Proyek 115.000 mt, Masukan Publik Diundang

Telah Terbit: Jun 6, 2026 21:15
Sesuai dengan ketentuan dan persyaratan dalam Pedoman Kantor Umum Dewan Negara tentang Menciptakan Lingkungan Pasar yang Menguntungkan untuk Mendorong Penyesuaian Struktural, Transformasi, dan Peningkatan Efisiensi Industri Logam Non-Ferrous (Guobanfa [2016] No. 42), Pemberitahuan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi tentang Hal-Hal Terkait Penggantian Kapasitas melalui Merger dan Restrukturisasi Perusahaan Aluminium (MIIT Yuan [2018] No. 12), serta dokumen-dokumen relevan lainnya, dengan ini diumumkan rencana penggantian kapasitas untuk proyek peningkatan dan renovasi konservasi energi, pengurangan karbon, dan pengurangan emisi aluminium sebesar 115.000 ton metrik milik Guangyuan Hongchangsheng Aluminum Co., Ltd. Periode pengumuman adalah dari 2 Juni hingga 16 Juni 2026. Pengawasan oleh masyarakat sangat diharapkan. Jika terdapat keberatan terhadap konten yang diumumkan, harap laporkan kepada Dinas Ekonomi dan Teknologi Informasi selama periode pengumuman.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Kontrak Berjangka Aluminium Turun, Pasar China Tengah Melihat Minat Perdagangan Rendah dan Penurunan Harga
1 jam yang lalu
Kontrak Berjangka Aluminium Turun, Pasar China Tengah Melihat Minat Perdagangan Rendah dan Penurunan Harga
Baca Selengkapnya
Kontrak Berjangka Aluminium Turun, Pasar China Tengah Melihat Minat Perdagangan Rendah dan Penurunan Harga
Kontrak Berjangka Aluminium Turun, Pasar China Tengah Melihat Minat Perdagangan Rendah dan Penurunan Harga
Harga aluminium berjangka turun selama beberapa hari berturut-turut, membuat suasana perdagangan di pasar China tengah lesu, dengan sentimen bearish yang kuat dan minat penimbunan rendah pada hari Jumat. Perusahaan pengolahan hilir lebih menyukai transaksi waran berjangka atau kontrak jangka panjang, menyebabkan arus keluar waran yang besar dari pasar, sementara pemasok tidak bersemangat menahan harga, sehingga harga transaksi terus terkoreksi. Akhirnya, kisaran harga transaksi aktual di China tengah berada di sekitar diskon 10–40 yuan/mt terhadap kontrak aluminium Juli di SHFE.
1 jam yang lalu
Stok Ingot Paduan Aluminium Sekunder China Turun 226 MT Menjadi 21.600 MT
1 jam yang lalu
Stok Ingot Paduan Aluminium Sekunder China Turun 226 MT Menjadi 21.600 MT
Baca Selengkapnya
Stok Ingot Paduan Aluminium Sekunder China Turun 226 MT Menjadi 21.600 MT
Stok Ingot Paduan Aluminium Sekunder China Turun 226 MT Menjadi 21.600 MT
[SMM Aluminum Express] Inventaris harian ingot paduan aluminium sekunder di wilayah konsumsi utama di Tiongkok hari ini sebesar 21.600 mt, turun 226 mt dari hari sebelumnya.
1 jam yang lalu
Hambatan Makro Mendominasi Pasar Berjangka, Aluminium Shanghai dan LME Tetap Suram [Risalah Rapat Pagi Aluminium SMM]
1 jam yang lalu
Hambatan Makro Mendominasi Pasar Berjangka, Aluminium Shanghai dan LME Tetap Suram [Risalah Rapat Pagi Aluminium SMM]
Baca Selengkapnya
Hambatan Makro Mendominasi Pasar Berjangka, Aluminium Shanghai dan LME Tetap Suram [Risalah Rapat Pagi Aluminium SMM]
Hambatan Makro Mendominasi Pasar Berjangka, Aluminium Shanghai dan LME Tetap Suram [Risalah Rapat Pagi Aluminium SMM]
[Angin Sakal Makro Mendominasi Pasar Berjangka; Aluminium SHFE dan LME Tetap Lesu] Perubahan sikap hawkish The Fed mendorong indeks dolar AS, menekan harga logam non-ferrous. Situasi geopolitik Timur Tengah menunjukkan sedikit volatilitas namun tidak ada indikasi memburuk. Di bawah angin sakal makro, harga aluminium di dalam dan luar China turun. Dalam jangka pendek, faktor bearish mendominasi, dan harga aluminium diperkirakan akan tetap lesu. Perlu terus dicermati kebangkitan produksi di Timur Tengah, tren persediaan aluminium ingot luar negeri, serta fluktuasi berita makro.
1 jam yang lalu