Pabrikan Otomotif China Melihat Penjualan NEV Melonjak pada Mei, Indeks Konsumsi Otomotif Naik Sedikit

Telah Terbit: Jun 6, 2026 15:37
Data yang dirilis CPCA menunjukkan bahwa penjualan grosir kendaraan penumpang energi baru (NEV) oleh pabrikan otomotif Tiongkok pada bulan Mei diperkirakan mencapai 1,36 juta unit, dengan peningkatan tahun-ke-tahun (YoY) dan bulan-ke-bulan (MoM) melebihi 11%. Sementara itu, informasi yang dikeluarkan oleh Asosiasi Dealer Otomotif Tiongkok mengindikasikan bahwa indeks konsumsi otomotif untuk bulan Mei berada di angka 81, naik sedikit secara MoM, dan penjualan keseluruhan pada bulan Juni diperkirakan akan mempertahankan tren kenaikan yang stabil.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Grup Aluminium Nanning Mencatat Pertumbuhan 50% pada Kuartal I 2026, Amankan Kemitraan Energi Baru
2 jam yang lalu
Grup Aluminium Nanning Mencatat Pertumbuhan 50% pada Kuartal I 2026, Amankan Kemitraan Energi Baru
Baca Selengkapnya
Grup Aluminium Nanning Mencatat Pertumbuhan 50% pada Kuartal I 2026, Amankan Kemitraan Energi Baru
Grup Aluminium Nanning Mencatat Pertumbuhan 50% pada Kuartal I 2026, Amankan Kemitraan Energi Baru
Nanning Industrial Investment Aluminum-Based New Materials Group mencatat pertumbuhan signifikan pada produksi dan penjualan di kuartal I 2026, naik lebih dari 50% YoY, sekaligus mengamankan kerja sama jangka panjang dengan sejumlah pemain utama di bidang energi baru. Menurut Liang Zhishi, asisten manajer umum grup, seluruh pesanan kuartal II telah dijadwalkan, dan produksi aluminium foil baterai diperkirakan akan tumbuh lebih dari 20% QoQ.
2 jam yang lalu
OECD Menurunkan Proyeksi Pertumbuhan Global Menjadi 2,8% pada 2026, Peringatkan Perlambatan Akibat Konflik Timur Tengah
2 jam yang lalu
OECD Menurunkan Proyeksi Pertumbuhan Global Menjadi 2,8% pada 2026, Peringatkan Perlambatan Akibat Konflik Timur Tengah
Baca Selengkapnya
OECD Menurunkan Proyeksi Pertumbuhan Global Menjadi 2,8% pada 2026, Peringatkan Perlambatan Akibat Konflik Timur Tengah
OECD Menurunkan Proyeksi Pertumbuhan Global Menjadi 2,8% pada 2026, Peringatkan Perlambatan Akibat Konflik Timur Tengah
OECD telah merilis Prospek Ekonomi terbarunya. Laporan tersebut mencatat bahwa pertumbuhan global diproyeksikan mencapai 2,8% pada tahun 2026, tetapi ini 0,1 poin persentase lebih rendah dari perkiraan Maret. Laporan itu juga menyebutkan bahwa jika gangguan akibat konflik Timur Tengah berlanjut hingga 2027, pertumbuhan global diperkirakan akan melambat secara signifikan, dengan laju 2026 hanya 2,1% dan laju 2027 serendah 1,8%.
2 jam yang lalu
Williams: Kebijakan Moneter AS Tepat Meskipun Risiko Inflasi, Tidak Perlu Perubahan Suku Bunga Segera
2 jam yang lalu
Williams: Kebijakan Moneter AS Tepat Meskipun Risiko Inflasi, Tidak Perlu Perubahan Suku Bunga Segera
Baca Selengkapnya
Williams: Kebijakan Moneter AS Tepat Meskipun Risiko Inflasi, Tidak Perlu Perubahan Suku Bunga Segera
Williams: Kebijakan Moneter AS Tepat Meskipun Risiko Inflasi, Tidak Perlu Perubahan Suku Bunga Segera
Williams, Presiden Federal Reserve Bank New York dan Wakil Ketua FOMC, mengatakan bahwa meskipun berbagai faktor seperti konflik Timur Tengah menimbulkan risiko kenaikan inflasi, kebijakan moneter AS saat ini berada pada posisi yang tepat. Menurutnya, The Fed tidak perlu menyesuaikan suku bunga dalam waktu dekat, dan jalur suku bunga di masa depan masih belum jelas.
2 jam yang lalu