1 Juni 2026
turun pada awal perdagangan di Eropa, tergelincir di bawah level $4.500. Logam mulia ini berada di bawah tekanan setelah optimisme memudar selama akhir pekan terkait negosiasi antara AS dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.
Akibatnya, harga energi rebound, dengan minyak mentah naik 3% dari harga penutupan Jumat. Perkembangan ini kembali memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap hawkish-nya. Hal ini memperkuat permintaan terhadap dolar AS dan menciptakan hambatan bagi harga emas karena korelasi terbalik antara kedua aset tersebut.
Dengan latar belakang ini, pasar akan tetap fokus pada pembicaraan yang sedang berlangsung antara AS dan Iran, yang bersama dengan rilis data ekonomi utama AS, diperkirakan tetap menjadi penggerak utama pergerakan harga. Pekan ini akan dirilis PMI sektor manufaktur dan jasa, serta laporan Non-Farm Payrolls yang sangat dinantikan pada hari Jumat.
Kejutan apa pun dalam rilis data ini dapat mengkalibrasi ulang ekspektasi mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan, sehingga memengaruhi permintaan terhadap dolar AS dan pada akhirnya pergerakan harga emas.
Sumber:



