[SMM Kilasan Pasar Nikel] Harita Nickel Laporkan Pendapatan Q1 2026 Sebesar Rp6,81 Triliun (~$418 Juta), Sepanjang Tahun 2025 Sebesar Rp29,63 Triliun
PT Trimegah Bangun Persada (NCKL), yang dikenal sebagai Harita Nickel, melaporkan pendapatan Q1 2026 sebesar Rp6,81 triliun (~$418 juta) dan pendapatan setahun penuh 2025 sebesar Rp29,63 triliun (~$1,82 miliar), dengan seluruh lini produksi — penambangan bijih nikel, pirometalurgi RKEF, dan hidrometalurgi HPAL yang memproduksi MHP dan nikel sulfat — berjalan sesuai target. Perusahaan menyatakan tetap menerapkan pendekatan operasional yang terukur di seluruh rantai nilai terintegrasinya di tengah pasar nikel global yang menantang. Dari sisi ESG, Harita melaporkan penghindaran emisi Q1 2026 sebesar 977.278 tCO2e, naik 37% secara year-on-year, didukung oleh pemulihan panas limbah, penggunaan biosolar, dan teknologi gasifikasi batu bara. Perusahaan juga tengah menindaklanjuti tindakan korektif IRMA dan mempersiapkan audit uji tuntas rantai pasok RMAP.