[Kilasan Pasar Nikel SMM] Winshear Menyelesaikan Pengeboran Fase 1 di Proyek Ni-Cu-Co Portsoy; DHEM Mendeteksi Konduktor Baru

Telah Terbit: May 28, 2026 14:45
Winshear Metals (TSX-V: WINS) telah menyelesaikan program pengeboran Fase 1 sebanyak enam lubang sepanjang 1.235,6m di Target Rodburn pada Proyek Nikel-Tembaga-Kobalt Portsoy di Aberdeenshire, Skotlandia. Di Zona Utara, sulfida tersebar teramati sepanjang 69,5m pada lubang RBD028 — zona sulfida terluas yang ditemukan di proyek ini hingga saat ini — dengan mineralisasi masih terbuka ke arah barat. Di Zona Selatan, lubang RBD029 memperluas zona mineralisasi utama setidaknya 80m ke arah kemiringan bawah, sementara survei EM lubang bawah pada RBD030 mendeteksi konduktor kuat di luar lubang yang dimulai pada kedalaman sekitar 300m, ditandai sebagai target prioritas tinggi untuk fase pengeboran berikutnya. Hasil assay masih menunggu.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
SMM Berita Singkat Nikel: Pasar NPI Melemah, Sentimen dan Perdagangan Lesu pada Juni
16 jam yang lalu
SMM Berita Singkat Nikel: Pasar NPI Melemah, Sentimen dan Perdagangan Lesu pada Juni
Baca Selengkapnya
SMM Berita Singkat Nikel: Pasar NPI Melemah, Sentimen dan Perdagangan Lesu pada Juni
SMM Berita Singkat Nikel: Pasar NPI Melemah, Sentimen dan Perdagangan Lesu pada Juni
[SMM Nickel Flash] 24 Juni - Faktor sentimen pasar NPI kadar tinggi SMM tercatat 2,23, turun 0,04 bulan-ke-bulan. Faktor sentimen hulu untuk NPI kadar tinggi sebesar 2,59, turun 0,08 bulan-ke-bulan, dan faktor sentimen hilir sebesar 1,86, turun 0,02 bulan-ke-bulan. Pasar NPI hari ini melemah secara keseluruhan, dengan perdagangan sangat lesu. Selisih harga permintaan-penawaran terus melebar. Efek substitusi skrap baja, ditambah ekspektasi pemeliharaan pabrik baja, menekan permintaan NPI secara ganda.
16 jam yang lalu
[SMM Analysis] Impor dan Ekspor Produk Antara Hidrometalurgi Mei
17 jam yang lalu
[SMM Analysis] Impor dan Ekspor Produk Antara Hidrometalurgi Mei
Baca Selengkapnya
[SMM Analysis] Impor dan Ekspor Produk Antara Hidrometalurgi Mei
[SMM Analysis] Impor dan Ekspor Produk Antara Hidrometalurgi Mei
17 jam yang lalu
[SMM Flash News] Indonesia Dikabarkan Mempertimbangkan Pelonggaran Kuota Penambangan Nikel pada Paruh Kedua; Belum Dikonfirmasi oleh ESDM
19 jam yang lalu
[SMM Flash News] Indonesia Dikabarkan Mempertimbangkan Pelonggaran Kuota Penambangan Nikel pada Paruh Kedua; Belum Dikonfirmasi oleh ESDM
Baca Selengkapnya
[SMM Flash News] Indonesia Dikabarkan Mempertimbangkan Pelonggaran Kuota Penambangan Nikel pada Paruh Kedua; Belum Dikonfirmasi oleh ESDM
[SMM Flash News] Indonesia Dikabarkan Mempertimbangkan Pelonggaran Kuota Penambangan Nikel pada Paruh Kedua; Belum Dikonfirmasi oleh ESDM
Rumor pasar menyebutkan bahwa Indonesia mungkin akan melonggarkan pembatasan kuota penambangan bijih nikel tahunan (RKAB) pada paruh kedua tahun ini. Langkah ini dapat meredakan ketatnya pasokan bahan baku bagi perusahaan peleburan lokal, tetapi juga dapat menekan harga nikel internasional. Menurut sumber anonim yang mengetahui, pemerintah mungkin menyesuaikan jumlah signifikan dari total kuota penambangan bijih nikel tahunan pada pertengahan tahun, dan sejumlah perusahaan bijih nikel berencana mengajukan permohonan peningkatan kuota awal bulan depan. Namun, kabar ini saat ini sangat tidak pasti. Hingga kini, belum ada laporan jelas dari media lokal Indonesia, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia belum mengeluarkan berita atau pernyataan resmi yang mengonfirmasi klaim revisi kuota substansial tersebut. Rencana pelonggaran kuota masih mengandung ketidakpastian yang cukup besar, dan SMM akan terus memantau dengan cermat perkembangan aktual dan kemajuan resmi dari peristiwa ini.
19 jam yang lalu