Harga Rhodium Turun 10% dalam 10 Hari saat Pasar Bergeser dari Kekurangan ke Surplus di Tengah Perlambatan Permintaan

Telah Terbit: May 28, 2026 11:01
Harga Rhodium Turun 10% dalam 10 Hari saat Pasar Bergeser dari Kekurangan ke Surplus di Tengah Perlambatan Permintaan
SMM 28 Mei: Harga rhodium turun tajam belakangan ini, dari 2.490 yuan/gram menjadi 2.235 yuan/gram dalam 10 hari terakhir. Pelaku pasar mengindikasikan bahwa penyebab utama penurunan rhodium baru-baru ini adalah pergeseran ekspektasi pasar dari kekurangan pasokan menjadi sedikit surplus. Logika sebelumnya di mana pasokan ketat mendorong harga tinggi telah berubah akibat melambatnya permintaan jangka pendek dan meningkatnya pasokan. Laporan terbaru menunjukkan bahwa produksi kendaraan mesin pembakaran internal pada paruh pertama tahun ini mungkin menurun, sementara laporan industri dari beberapa lembaga memperkirakan total permintaan rhodium pada 2026 akan turun sekitar 6%. Akibatnya, perubahan fundamental penawaran dan permintaan, ditambah dengan laporan pasar tersebut, secara langsung memengaruhi ekspektasi pelaku pasar.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
African Rainbow Minerals (ARM) menginvestasikan $927 juta dalam pengembangan kembali Tambang Platinum Bokoni.
24 Jul 2026 19:48
African Rainbow Minerals (ARM) menginvestasikan $927 juta dalam pengembangan kembali Tambang Platinum Bokoni.
Baca Selengkapnya
African Rainbow Minerals (ARM) menginvestasikan $927 juta dalam pengembangan kembali Tambang Platinum Bokoni.
African Rainbow Minerals (ARM) menginvestasikan $927 juta dalam pengembangan kembali Tambang Platinum Bokoni.
[SMM PGM Express] African Rainbow Minerals (ARM) telah menyetujui investasi hampir USD 1 miliar untuk mengembangkan kembali tambang platinum Bokoni di Afrika Selatan, yang menandakan pulihnya keyakinan terhadap prospek jangka panjang platinum di tengah perbaikan harga dan kondisi pasokan yang mengetat. Perusahaan berencana menginvestasikan sekitar USD 927 juta dalam pengembangan kembali bertahap Bokoni, yang diharapkan menjadi sumber signifikan logam golongan platinum (PGM). Setelah beroperasi penuh, tambang ini diproyeksikan memproduksi sekitar 350.000–400.000 ons PGM enam elemen per tahun, memperkuat basis pasokan platinum Afrika Selatan. Investasi ini terjadi saat pasar platinum global terus menghadapi tantangan pasokan. Afrika Selatan tetap menjadi produsen platinum dominan, tetapi peningkatan biaya operasional, keterbatasan listrik, dan periode harga rendah sebelumnya telah menyebabkan penutupan tambang, pengurangan produksi, serta penundaan proyek. Perbaikan harga platinum baru-baru ini mendorong para produsen untuk mempertimbangkan kembali investasi yang sebelumnya tertunda.
24 Jul 2026 19:48
Paladium Merosot ke $1.255,30/ons karena Lemahnya Permintaan dan Risiko Pasokan
24 Jul 2026 15:55
Paladium Merosot ke $1.255,30/ons karena Lemahnya Permintaan dan Risiko Pasokan
Baca Selengkapnya
Paladium Merosot ke $1.255,30/ons karena Lemahnya Permintaan dan Risiko Pasokan
Paladium Merosot ke $1.255,30/ons karena Lemahnya Permintaan dan Risiko Pasokan
[SMM Express] Kontrak berjangka paladium NYMEX bulan Juli ditutup pada USD 1,255.30/oz pada 23 Juli, mencerminkan pelemahan berkelanjutan di pasar paladium di tengah permintaan industri yang hati-hati dan sentimen yang lebih lunak di seluruh logam mulia. Meskipun terjadi penurunan baru-baru ini, fundamental pasar paladium tetap terkait erat dengan konsumsi industri. Lebih dari separuh permintaan global didorong oleh sektor otomotif, di mana logam ini digunakan dalam konverter katalitik untuk mengurangi emisi kendaraan. Permintaan tambahan dari aplikasi elektronik, perhiasan, dan kimia terus memberikan dukungan mendasar. Di sisi pasokan, produksi global masih terkonsentrasi di Rusia dan Afrika Selatan, dengan output yang relatif terbatas dari Kanada. Tantangan operasional, termasuk kendala pasokan listrik dan gangguan terkait tenaga kerja di Afrika Selatan, terus menimbulkan potensi risiko pasokan.
24 Jul 2026 15:55
Lonjakan Harga Minyak Menekan Kontrak Berjangka Logam Mulia, Konsumsi Pasar Spot Normal [Ulasan Harian SMM]
24 Jul 2026 11:45
Lonjakan Harga Minyak Menekan Kontrak Berjangka Logam Mulia, Konsumsi Pasar Spot Normal [Ulasan Harian SMM]
Baca Selengkapnya
Lonjakan Harga Minyak Menekan Kontrak Berjangka Logam Mulia, Konsumsi Pasar Spot Normal [Ulasan Harian SMM]
Lonjakan Harga Minyak Menekan Kontrak Berjangka Logam Mulia, Konsumsi Pasar Spot Normal [Ulasan Harian SMM]
24 Jul 2026 11:45