[SMM Kilasan Pasar Nikel] Penetapan HPM Baru Berpotensi Mendorong Sebagian Operasi RKEF Indonesia ke Zona Rugi

Telah Terbit: May 25, 2026 17:51
Beberapa operasi RKEF di Indonesia berpotensi merugi jika mekanisme penetapan harga acuan HPM yang baru sepenuhnya diteruskan ke hilir. Laporan tersebut menyebutkan bahwa revisi formula Harga Patokan Mineral dapat menggeser kurva biaya nikel lebih tinggi di seluruh industri, sementara gangguan rantai pasok yang berlangsung dapat lebih lanjut membentuk ulang distribusi margin di sektor nikel Indonesia. Laporan itu menambahkan bahwa produsen dengan posisi biaya yang lebih kuat dan model operasi terintegrasi kemungkinan akan tetap lebih terlindungi, sementara tekanan margin yang lebih luas di seluruh sektor pada akhirnya dapat mendukung pemulihan harga nikel yang dipicu oleh sisi pasokan.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Kilas Pasar Stainless Steel] Harga Ekspor Stainless Steel Indonesia Kembali Dipangkas $40/ton Akibat Perlambatan Musiman
1 jam yang lalu
[SMM Kilas Pasar Stainless Steel] Harga Ekspor Stainless Steel Indonesia Kembali Dipangkas $40/ton Akibat Perlambatan Musiman
Read More
[SMM Kilas Pasar Stainless Steel] Harga Ekspor Stainless Steel Indonesia Kembali Dipangkas $40/ton Akibat Perlambatan Musiman
[SMM Kilas Pasar Stainless Steel] Harga Ekspor Stainless Steel Indonesia Kembali Dipangkas $40/ton Akibat Perlambatan Musiman
Produsen baja nirkarat Indonesia kembali memangkas harga penawaran ekspor sebesar $40/t pada 28 Mei 2026, menyusul penurunan awal pada pertengahan Mei yang mengakhiri tren kenaikan harga selama enam bulan berturut-turut. Pemangkasan ini mencerminkan kombinasi tekanan bearish: pasar telah memasuki perlambatan musiman Q2, dengan minat beli hilir yang lesu dan pembeli umumnya bersikap menunggu. Pada saat yang sama, tingginya persediaan pabrik dan sosial — yang terakumulasi selama periode produksi bermargin tinggi — turut menambah tekanan ke bawah. Dengan berbagai hambatan yang menyatu, produsen Indonesia terpaksa melakukan koreksi harga ke bawah secara berturut-turut.
1 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (28 Mei)
2 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (28 Mei)
Read More
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (28 Mei)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (28 Mei)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan nonbesi di SHFE dan DCE pada 28 Mei 2026
2 jam yang lalu
[SMM Kilat Baja Tahan Karat] Momentum Luar Negeri Mendorong Harga Baja Tahan Karat Taiwan
3 jam yang lalu
[SMM Kilat Baja Tahan Karat] Momentum Luar Negeri Mendorong Harga Baja Tahan Karat Taiwan
Read More
[SMM Kilat Baja Tahan Karat] Momentum Luar Negeri Mendorong Harga Baja Tahan Karat Taiwan
[SMM Kilat Baja Tahan Karat] Momentum Luar Negeri Mendorong Harga Baja Tahan Karat Taiwan
Kenaikan harga signifikan Nippon Steel yang didorong oleh lonjakan biaya bahan baku, dikombinasikan dengan penawaran ekspor level puncak dari Eropa, AS, dan Asia, mendorong pabrik hulu Taiwan menuju penetapan harga Juni yang lebih tinggi. Namun, perubahan kebijakan bijih nikel Indonesia yang sering terjadi telah menyebabkan volatilitas tajam harga nikel LME, mempersulit penyesuaian harga berbasis biaya bagi pabrik di seluruh dunia. Para pedagang mencatat bahwa kepemimpinan pabrik Jepang dalam menaikkan harga dan impor berbiaya tinggi dari Eropa serta AS memberikan dukungan jangka pendek bagi tren kenaikan, tetapi lambatnya penyerapan pasar secara keseluruhan pada Mei dan tingginya persediaan di distributor lokal membatasi besaran kenaikan harga.
3 jam yang lalu
Beberapa operasi RKEF di Indonesia berpotensi merugi jika mekanisme pe - Shanghai Metals Market (SMM)