Produksi Tambang Tembaga Global Stagnan pada Q1 2026, Tambang Grasberg Indonesia Alami Penurunan Tajam
Data awal menunjukkan bahwa produksi tambang tembaga global pada Q1 2026 pada dasarnya stagnan, dengan produksi konsentrat tembaga menurun 1,1%, diimbangi oleh peningkatan 3,3% dalam produksi solvent extraction-electrodeposition (SX-EW). Meskipun produksi tambang global diuntungkan oleh output tambahan dari peningkatan kapasitas proyek di beberapa negara, penurunan signifikan dalam produksi konsentrat tembaga di Chili, DRC, dan Indonesia mengimbangi pertumbuhan global. Di Indonesia, produksi konsentrat tembaga di tambang Grasberg turun 42%, karena peristiwa aliran lumpur parah yang terjadi pada September tahun lalu terus berdampak pada produksi di tambang tersebut.