McEwen Copper Amankan Pendanaan untuk Mendorong Tambang Tembaga Besar di Argentina

Telah Terbit: May 14, 2026 17:06
McEwen Copper mengatakan pada 11 Mei bahwa mereka telah mengamankan pengaturan paket pinjaman senilai $2,4 miliar untuk membantu membiayai pengembangan proyek tembaga Los Azules di Argentina. Total pembiayaan proyek diperkirakan mencapai $4 miliar, bersamaan dengan rencana IPO pada akhir tahun ini. Tambang ini menargetkan produksi pertama sekitar 2029–2030 dengan output katoda tembaga tahunan melebihi 200.000 ton. Kenaikan harga tembaga membantu membuka kembali saluran pembiayaan untuk proyek-proyek pertambangan besar secara global.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Codelco Akan Memprioritaskan Profitabilitas di Atas Pertumbuhan Produksi
22 menit yang lalu
Codelco Akan Memprioritaskan Profitabilitas di Atas Pertumbuhan Produksi
Baca Selengkapnya
Codelco Akan Memprioritaskan Profitabilitas di Atas Pertumbuhan Produksi
Codelco Akan Memprioritaskan Profitabilitas di Atas Pertumbuhan Produksi
Ketua baru Codelco, Bernardo Fontaine, mengatakan bahwa perusahaan tambang tembaga milik negara Chili ini akan lebih mengutamakan profitabilitas ketimbang pertumbuhan produksi seiring upayanya meningkatkan kinerja operasional. Perusahaan sedang melakukan tinjauan eksternal terhadap strateginya untuk mengidentifikasi peningkatan efisiensi dan peluang baru. Dengan utang sekitar US$25 miliar dan produksi di bawah ekspektasi selama tujuh tahun berturut-turut, Codelco berupaya memulihkan kepercayaan investor. Sementara itu, Jorge Gomez akan resmi menjabat sebagai presiden eksekutif minggu ini untuk memimpin upaya pemulihan perusahaan.
22 menit yang lalu
Presiden RD Kongo Menyerukan Dialog Terkait Penegakan Hukum terhadap Perusahaan Tambang
22 menit yang lalu
Presiden RD Kongo Menyerukan Dialog Terkait Penegakan Hukum terhadap Perusahaan Tambang
Baca Selengkapnya
Presiden RD Kongo Menyerukan Dialog Terkait Penegakan Hukum terhadap Perusahaan Tambang
Presiden RD Kongo Menyerukan Dialog Terkait Penegakan Hukum terhadap Perusahaan Tambang
Presiden Republik Demokratik Kongo, Felix Tshisekedi, telah menginstruksikan lembaga pemerintah untuk mengurangi penggunaan tindakan penegakan hukum yang agresif terhadap perusahaan tambang, termasuk penyitaan rekening bank dan pembekuan aset, seraya menyatakan bahwa tindakan tersebut hanya boleh digunakan dalam keadaan luar biasa dengan dasar hukum yang tepat. Ia mendorong otoritas untuk mengutamakan dialog, pemberitahuan, dan konsiliasi guna menyelesaikan perselisihan serta menjaga iklim investasi yang stabil, transparan, dan dapat diprediksi. Tshisekedi juga memerintahkan penarikan personel militer dan polisi yang ditempatkan secara ilegal di lokasi tambang untuk menekan penyelundupan, penipuan, dan aktivitas penambangan ilegal sekaligus memperbaiki iklim investasi negara.
22 menit yang lalu
DR Kongo Menyetujui Kemitraan Jalur Kereta Api Koridor Lobito untuk Memperkuat Ekspor Tembaga dan Kobalt
23 menit yang lalu
DR Kongo Menyetujui Kemitraan Jalur Kereta Api Koridor Lobito untuk Memperkuat Ekspor Tembaga dan Kobalt
Baca Selengkapnya
DR Kongo Menyetujui Kemitraan Jalur Kereta Api Koridor Lobito untuk Memperkuat Ekspor Tembaga dan Kobalt
DR Kongo Menyetujui Kemitraan Jalur Kereta Api Koridor Lobito untuk Memperkuat Ekspor Tembaga dan Kobalt
Republik Demokratik Kongo telah menyetujui kemitraan publik-swasta dengan perusahaan konstruksi asal Portugal, Mota-Engil, untuk merehabilitasi jalur kereta api Koridor Lobito di wilayah Kongo. Didukung oleh AS, proyek ini akan meningkatkan konektivitas transportasi antara pusat-pusat pertambangan utama seperti Kolwezi, Tenke, dan Lubumbashi dengan Pelabuhan Lobito di Angola, sehingga secara signifikan memangkas waktu ekspor tembaga dan kobalt ke pasar Barat. Saat ini, Mota-Engil dan pemerintah Kongo sedang merundingkan perjanjian pengoperasian kereta api selama 30 tahun.
23 menit yang lalu