Perusahaan Energi dan Kimia Tiongkok Mengajukan Proyek Produksi Paduan Magnesium di Turkmenistan
Menurut Trend, pada Forum Bisnis Turkmenistan-Tiongkok yang diselenggarakan di Ashgabat pada 29 April, sebuah perusahaan energi dan kimia Tiongkok mengajukan pembangunan proyek produksi paduan magnesium di Turkmenistan. Perusahaan tersebut menyatakan kesediaan untuk menjalin kemitraan strategis dengan institusi terkait di Turkmenistan guna bersama-sama menciptakan platform kerja sama untuk pengolahan sumber daya dan pengembangan industri. Proyek ini disebut menggabungkan basis bahan baku Turkmenistan dengan keahlian teknis Tiongkok, dengan potensi menciptakan kapasitas baru dan memperluas kerja sama ekonomi. Perusahaan pengusul adalah perusahaan energi dan kimia yang bergerak utamanya di bidang penambangan batu bara, produksi kimia, dan pengembangan energi terbarukan. Proposal proyek paduan magnesium ini dapat membuka jalur baru bagi industri magnesium Tiongkok dalam hal ekspor teknologi dan kerja sama pengolahan sumber daya di luar Tiongkok.
Brasil Menaikkan Tajam Bea Anti-Dumping pada Ingot Magnesium Tiongkok Menjadi $4,07/kg, Secara Efektif Menutup Saluran Ekspor Langsung Tiongkok
Pada 8 Mei 2026, Komite Perdagangan Luar Negeri Brasil memutuskan untuk menaikkan tajam bea anti-dumping pada ingot magnesium asal Tiongkok dari $1,18/kg menjadi $4,07/kg, peningkatan sekitar 245%. Produk yang dimaksud adalah ingot magnesium dengan kandungan magnesium melebihi 99,8%, dan tarif bea baru berlaku sejak tanggal publikasi. Ini merupakan penyesuaian tarif bea paling signifikan sejak Brasil pertama kali memulai investigasi anti-dumping terhadap ingot magnesium Tiongkok pada 2003, dengan tarif sebelumnya $1,18/kg yang telah dipertahankan selama lebih dari dua puluh tahun. Menurut survei SMM, kapasitas magnesium primer domestik Brasil hanya sekitar 22.000 mt/tahun, sementara permintaan impor tahunan mencapai 300.000-400.000 mt, menunjukkan kesenjangan pasokan-permintaan yang sangat besar. Saat ini, ekspor langsung ingot magnesium Tiongkok ke Brasil sudah sangat minim, dan kenaikan bea ini akan semakin memutus saluran masuknya ingot magnesium Tiongkok ke pasar Brasil. Hal ini dapat mendorong Brasil beralih ke sumber magnesium primer di luar Tiongkok, atau memaksa produk magnesium Tiongkok memasuki pasar Brasil secara tidak langsung dalam bentuk produk olahan lanjutan atau produk akhir, sehingga memengaruhi arus perdagangan magnesium global dan komposisi produk.

![[Survei Magnesium SMM] Perusahaan Tiongkok Akan Membangun Pabrik Magnesium di Turkmenistan di Tengah Kenaikan Bea Anti-Dumping Brasil](https://imgqn.smm.cn/usercenter/gKDYO20251217171723.jpeg)

