2026/05/06 16:04
Komentar dari Kantor Direktur Investasi Asia-Pasifik bank tersebut menunjukkan bahwa harga emas telah menurun selama dua minggu berturut-turut, terutama disebabkan oleh kenaikan harga energi, penguatan dolar AS, dan imbal hasil riil yang lebih tinggi. Namun, permintaan emas dari investor institusional dan ritel tetap kuat, mengindikasikan masih ada potensi kenaikan harga emas. Data dari World Gold Council menunjukkan bahwa permintaan emas batangan dan koin melonjak 42%, mencapai rekor tertinggi pembelian emas fisik individu dalam satu kuartal, terutama didorong oleh pasar Asia. Pembelian emas oleh bank sentral juga tetap di level tinggi, dengan pembelian tahunan diperkirakan mencapai 900 hingga 1.000 ton. UBS Wealth Management percaya bahwa permintaan berkelanjutan dari bank sentral dan dana kekayaan negara Timur Tengah akan terus menopang harga emas. Selain itu, faktor-faktor seperti ketidakpastian politik, kekhawatiran atas defisit fiskal, dan kemungkinan pelemahan dolar AS di akhir tahun menjadikan emas sebagai alat penyimpan nilai yang menarik.
Sumber:



