【SMM Flash News】HMA Nikel Indonesia Naik di Awal Mei, Smelter Telah Beralih ke Sistem Acuan Baru

Telah Terbit: May 4, 2026 15:09

Setelah revisi formula HPM Indonesia yang kini mencakup Besi, Kobalt, dan Kromium, SMM memperkirakan dampak harga akan bervariasi secara signifikan. Berdasarkan asumsi internal SMM, Saprolit (20% Fe, 1% Cr, 0,05% Co) dan Limonit (45% Fe, 2% Cr, 0,10% Co), dihitung berdasarkan acuan HMA terbaru sebesar $17.802/dmt untuk Nikel, naik 5,13%, $55.854/dmt untuk Kobalt, $1,56/dmt untuk Besi, dan $6,37/dmt untuk Krom. Pemodelan ini menggambarkan dampak kadar produk sampingan terhadap acuan baru. Angka-angka ini bersifat referensi, meskipun valuasi aktual akan bervariasi berdasarkan geografi tambang dan karakteristik bijih.

• Ni 1,2%: USD 47,82/wmt (↑ $1,76)

• Ni 1,3%: USD 52,34/wmt (↑ $1,98)

• Ni 1,4%: USD 57,30/wmt (↑ $2,14)

• Ni 1,5%: USD 62,28/wmt (↑ $2,38)

• Ni 1,6%: USD 67,49/wmt (↑ $2,63)

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Setelah revisi formula HPM Indonesia yang kini mencakup Besi, Kobalt, - Shanghai Metals Market (SMM)