Setelah revisi formula HPM Indonesia yang kini mencakup Besi, Kobalt, dan Kromium, SMM memperkirakan dampak harga akan bervariasi secara signifikan. Berdasarkan asumsi internal SMM, Saprolit (20% Fe, 1% Cr, 0,05% Co) dan Limonit (45% Fe, 2% Cr, 0,10% Co), dihitung berdasarkan acuan HMA terbaru sebesar $17.802/dmt untuk Nikel, naik 5,13%, $55.854/dmt untuk Kobalt, $1,56/dmt untuk Besi, dan $6,37/dmt untuk Krom. Pemodelan ini menggambarkan dampak kadar produk sampingan terhadap acuan baru. Angka-angka ini bersifat referensi, meskipun valuasi aktual akan bervariasi berdasarkan geografi tambang dan karakteristik bijih.
• Ni 1,2%: USD 47,82/wmt (↑ $1,76)
• Ni 1,3%: USD 52,34/wmt (↑ $1,98)
• Ni 1,4%: USD 57,30/wmt (↑ $2,14)
• Ni 1,5%: USD 62,28/wmt (↑ $2,38)
• Ni 1,6%: USD 67,49/wmt (↑ $2,63)
![[Analisis SMM] Titik balik April: bagaimana pabrik baja tahan karat Tiongkok menerima kenaikan harga NPI](https://imgqn.smm.cn/production/admin/votes/imagesDAZmS20260504170607.png)
![[SMM Kilat Baja Tahan Karat] Harga Baja Inggris/UE Melonjak di Tengah Tarif; India Berikan Keringanan untuk UKM](https://imgqn.smm.cn/usercenter/GmHLU20251217171733.jpg)

