Awal pekan ini, pasar terus diperdagangkan seputar negosiasi AS-Iran, jalur pelayaran Selat Hormuz, dan pernyataan The Fed. Di awal pekan, Iran mengajukan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, yang sempat memperbaiki sentimen pasar; namun, seiring negosiasi AS-Iran kembali mandek, jalur pelayaran aktual melalui Selat Hormuz tetap sangat terbatas, dan AS memperingatkan bahwa pembayaran biaya transit selat kepada Iran dapat dikenai sanksi, sehingga memicu kembali ketidakpastian geopolitik. Pada paruh kedua pertengahan pekan, The Fed mempertahankan suku bunga dengan nada hawkish, dan kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi, mendorong dolar AS menguat signifikan dan menekan harga tembaga. Secara keseluruhan, tema makro pekan ini tetap didominasi tarik-ulur AS-Iran, dengan kenaikan harga minyak dan penguatan dolar AS menekan selera risiko, membuat harga tembaga berfluktuasi di level tinggi namun cenderung melemah.
Dari sisi fundamental, pasokan spot secara keseluruhan tetap ketat, dengan kargo beredar yang terbatas di pasar akibat penyelesaian akhir bulan, ketatnya faktur, dan pemasok yang menahan penjualan. Tembaga SX-EW dan kargo dengan faktur bulan ini sangat ketat. Meskipun kedatangan tembaga impor meningkat, kedatangan tembaga domestik tetap ketat. Dari sisi permintaan, menjelang libur Hari Buruh, pembeli hilir sempat melepas permintaan restocking pra-libur, namun dengan harga tembaga bertahan di level tinggi, sentimen pembelian pengguna akhir tetap hati-hati secara keseluruhan, sebagian besar terbatas pada kebutuhan restocking rigid, dengan volume aktual pra-libur yang relatif terbatas. Dari sisi inventaris, per Senin 27 April, inventaris tembaga SMM di wilayah utama nasional tercatat 248.600 mt, turun 10.300 mt WoW, melanjutkan tren destocking, meskipun memberikan momentum kenaikan yang terbatas terhadap harga tembaga yang tinggi.
Melihat ke pekan depan, logika makro diperkirakan tidak akan berubah signifikan untuk saat ini. Jika negosiasi AS-Iran tidak mencapai kemajuan substansial, gangguan Selat Hormuz dan fluktuasi minyak mentah yang tinggi diperkirakan akan terus mendukung ekspektasi inflasi, dan dolar AS kemungkinan tetap relatif kuat, membatasi kenaikan harga tembaga; namun dari sisi fundamental, ketatnya sirkulasi spot dan berlanjutnya destocking diperkirakan akan menopang harga di sisi bawah, dan harga tembaga diperkirakan akan berfluktuasi di level tinggi dalam waktu dekat. Tembaga LME diperkirakan berfluktuasi dalam kisaran $12.850-13.350/mt, dan tembaga SHFE dalam kisaran 100.500-103.500 yuan/mt. Dari sisi spot, seiring berakhirnya penimbunan stok menjelang libur, aktivitas perdagangan pasar diperkirakan menurun sementara, namun kargo berharga rendah tetap ketat. Harga spot terhadap kontrak bulan depan tembaga SHFE diperkirakan berkisar dari premium 30 yuan/mt hingga premium 150 yuan/mt.



