SMM Nickel News, 30 April:
Berita makro dan pasar:
(1) The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada 3,5%-3,75%, sesuai ekspektasi pasar, menandai penahanan ketiga berturut-turut tahun ini. Ketua Fed Powell mengatakan inflasi yang dipicu tarif diperkirakan akan mereda dalam dua kuartal ke depan.
(2) Presiden AS Trump mengatakan pada 29 April bahwa AS dan Iran sedang bernegosiasi melalui telepon, sambil menekankan bahwa Iran harus berkomitmen jelas untuk sepenuhnya meninggalkan senjata nuklir. Ia akan melanjutkan blokade maritim terhadap Iran hingga Iran menyetujui kesepakatan yang mengatasi kekhawatiran AS atas program nuklir Iran.
Pasar spot:
Pada 30 April, harga nikel murni #1 SMM turun 900 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya. Premi spot: Nikel murni Jinchuan #1 rata-rata 1.350 yuan/mt, naik 50 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya; premi nikel elektrodeposisi merek utama domestik berkisar -800-100 yuan/mt.
Pasar berjangka:
Kontrak SHFE nikel 2606 yang paling aktif diperdagangkan bergerak sideways selama sesi, ditutup pada 150.540 yuan/mt di sesi pagi, turun 0,02%.
Kebijakan pengetatan kuota Indonesia terus menguat, krisis pasokan sulfur meningkat, produksi MHP terhambat, dan harga sulfur terus naik di tengah pasokan ketat, memberikan dukungan biaya yang kuat. Dikombinasikan dengan berita terbaru tentang penghentian dan pengurangan produksi di smelter Indonesia, harga nikel tetap bertahan. Kontrak SHFE nikel yang paling aktif diperdagangkan diperkirakan bergerak dalam kisaran 140.000-150.000 yuan/mt.
![[Analisis SMM] Dukungan Biaya Menguat, Harga Nikel Sulfat Naik](https://imgqn.smm.cn/usercenter/WNjzM20251217171732.jpeg)


