Produsen timah milik negara Indonesia PT Timah mengumumkan bahwa, didorong oleh kenaikan harga timah, laba operasional perusahaan pada 2025 mencapai 1,91 triliun rupiah (sekitar 798 juta yuan), naik 0,8% YoY. Total pendapatan PT Timah pada 2025 sebesar 11,55 triliun rupiah (sekitar 4,843 miliar yuan), naik 6,41% YoY.
Perusahaan menyatakan bahwa klien domestik menyumbang 5% dari penjualannya, sementara 95% sisanya merupakan penjualan ekspor.
PT Timah mengumumkan bahwa produksi timah olahan turun 5,8% YoY menjadi 17.815 mt, terutama karena maraknya aktivitas penambangan ilegal yang terus berlangsung baik di lepas pantai maupun di darat. Berdasarkan wilayah, produksi darat sebesar 7.098 mt (turun 8,1% YoY), produksi lepas pantai sebesar 11.537 mt (turun 1,5% YoY), dan struktur keseluruhan tetap relatif stabil.
![SHFE timah ditutup di 412.910 pada sesi malam, turun 0,70%, karena posisi jual bertambah. Level 410.000 sedang diperebutkan oleh pembeli dan penjual [SMM Tin Morning News]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/reOma20251217171751.jpg)
![SHFE timah semalam naik 0,76% hingga berada di atas 418.000; probabilitas kenaikan suku bunga September turun menjadi 50,4% [Ringkasan Rapat Pagi Timah SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/JnZMp20251217171752.jpg)

