SMM Nickel News, 29 April:
Berita Makro dan Pasar:
(1) AS melarang individu atau entitas domestik membayar biaya transit Selat Hormuz kepada Iran, dan individu atau entitas non-AS yang membayar biaya transit aman Selat Hormuz kepada Iran juga akan menghadapi risiko sanksi signifikan.
(2) Komisi Tarif Dewan Negara mengumumkan bahwa mulai 1 Mei 2026 hingga 30 April 2028, tarif nol dalam bentuk tarif preferensial akan diterapkan kepada 20 negara Afrika yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan tidak tergolong negara kurang berkembang.
Pasar Spot:
Pada 29 April, harga nikel murni #1 SMM naik 3.350 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya. Premi spot: Nikel murni Jinchuan #1 rata-rata 1.300 yuan/mt, turun 50 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya; merek nikel elektrodeposisi domestik utama berkisar -800 hingga 0 yuan/mt.
Pasar Berjangka:
Kontrak nikel SHFE 2606 yang paling aktif diperdagangkan melonjak di sesi pagi sebelum sedikit terkoreksi, ditutup pada 150.810 yuan/mt di sesi pagi, naik 1,37%.
Kebijakan pengetatan kuota Indonesia terus menguat, krisis pasokan sulfur meningkat, produksi MHP terhambat, dan harga sulfur terus naik di tengah pasokan ketat, memberikan dukungan biaya yang kuat. Dikombinasikan dengan berita terbaru tentang penghentian dan pengurangan produksi di smelter Indonesia, harga nikel tetap bertahan. Harga kontrak nikel SHFE yang paling aktif diperdagangkan diperkirakan berada di kisaran 140.000-150.000 yuan/mt.


![[Ulasan Harian NPI] Peningkatan Transaksi Hilir Mendorong Harga Naik, Sentimen Bullish Menguat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/yaAtG20251217171733.jpg)
