Presiden RDK Perintahkan Audit Pendapatan Pertambangan di Tengah Rekor Ekspor Tembaga dan Kobalt
Presiden RDK Felix Tshisekedi memerintahkan audit menyeluruh terhadap pendapatan ekspor pertambangan dan aset nasional, memperingatkan bahwa lemahnya pengawasan telah menghalangi negara tersebut untuk sepenuhnya memanfaatkan ekspor tembaga dan kobalt yang mencapai rekor. RDK merupakan pemasok utama kobalt dan tembaga, dan negara ini juga memiliki cadangan litium, emas, dan koltan yang substansial, menjadikannya medan pertempuran dalam persaingan global untuk rantai pasokan mineral kritis. Data menunjukkan bahwa negara tersebut mengekspor sekitar 3,4 juta mt tembaga pada 2025, naik dari 3,1 juta mt pada 2024, sementara ekspor kobalt mencapai total sekitar 220.000 mt. Negara tersebut mengekspor sekitar 955.000 mt tembaga pada Q1 tahun ini, turun dari sekitar 1,09 juta mt pada periode yang sama tahun lalu, Januari-Maret.