Badan Energi Internasional (IEA) baru-baru ini merilis laporan unggulan tahunannya, *Global Energy Review 2026*, yang mencatat bahwa pada 2025, di tengah latar belakang ekonomi dan geopolitik yang kompleks, pertumbuhan permintaan energi global melambat, namun konsumsi listrik terus tumbuh secara kuat. Sementara itu, pertumbuhan permintaan energi global menunjukkan tren yang semakin beragam, dengan surya fotovoltaik menjadi sumber pertumbuhan pasokan energi global terbesar untuk pertama kalinya.
Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol menyatakan bahwa di tengah latar belakang ekonomi dan geopolitik yang kompleks, permintaan energi global terus tumbuh pada 2025, namun tren yang jelas adalah tingkat elektrifikasi di berbagai ekonomi utama meningkat, mendorong pertumbuhan konsumsi listrik jauh lebih cepat dibandingkan permintaan energi secara keseluruhan. Dalam lanskap energi yang berubah cepat saat ini, negara-negara yang mengutamakan ketahanan dan diversifikasi energi berada dalam posisi terbaik untuk menghadapi fluktuasi serta menyediakan energi yang aman dan terjangkau di tahun-tahun mendatang.


![[Solar PV: AEMC Mengusulkan Reformasi Perencanaan Jaringan untuk Mengurangi Pembatasan dan Meningkatkan Transparansi Surya]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/rrhgi20251217171737.jpg)
