[Provinsi-Provinsi Ekonomi Utama Memainkan Peran Lebih Kuat dalam "Memikul Beban" pada Kuartal I]

Telah Terbit: Apr 27, 2026 09:31
Hingga 25 April, data produk domestik bruto (PDB) regional kuartal I untuk seluruh 31 provinsi di seluruh negeri telah dirilis. Menurut statistik yang dihimpun oleh wartawan Securities Times, pada kuartal I, total 15 provinsi mencatat tingkat pertumbuhan ekonomi setara atau di atas level nasional (5,0%), di antaranya 10 merupakan provinsi ekonomi utama. Provinsi-provinsi termasuk Jiangxi, Tianjin, Gansu, Qinghai, dan Tibet juga mencatat tingkat pertumbuhan 5,0% atau lebih. Para pakar yang diwawancarai mencatat bahwa perekonomian nasional pada kuartal I menunjukkan pola positif "provinsi-provinsi utama memimpin dengan berbagai pilar penopang," yang memberikan landasan kokoh bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Besi & Baja] ArcelorMittal Industeel Resmikan Mesin Continuous Casting Baru di Prancis
2 jam yang lalu
[SMM Besi & Baja] ArcelorMittal Industeel Resmikan Mesin Continuous Casting Baru di Prancis
Read More
[SMM Besi & Baja] ArcelorMittal Industeel Resmikan Mesin Continuous Casting Baru di Prancis
[SMM Besi & Baja] ArcelorMittal Industeel Resmikan Mesin Continuous Casting Baru di Prancis
ArcelorMittal Industeel mengoperasikan mesin pengecoran kontinu (CCM) vertikal baru di pabriknya di Le Creusot, Prancis, dengan dukungan investasi sebesar €52 juta. Fasilitas baru ini memungkinkan produksi slab tipis, menghilangkan tahap pengerolan antara untuk meningkatkan efisiensi dan mempersingkat waktu produksi. Kapasitas produksi awal ditetapkan sebesar 15.000 metrik ton per tahun, dengan rencana ekspansi hingga 25.000 metrik ton. Pengoperasian yang aktif per April 2026 ini diperkirakan akan mengurangi emisi CO2 di lokasi tersebut sekitar 10%.
2 jam yang lalu
[SMM Besi & Baja] HyIron Green Technologies Menyelesaikan Uji Coba Reduksi Hidrogen di Namibia
2 jam yang lalu
[SMM Besi & Baja] HyIron Green Technologies Menyelesaikan Uji Coba Reduksi Hidrogen di Namibia
Read More
[SMM Besi & Baja] HyIron Green Technologies Menyelesaikan Uji Coba Reduksi Hidrogen di Namibia
[SMM Besi & Baja] HyIron Green Technologies Menyelesaikan Uji Coba Reduksi Hidrogen di Namibia
Pada pertengahan April 2026, HyIron Green Technologies berhasil menyelesaikan uji coba percontohan skala industri di proyek Oshivela di Namibia, mengonversi bijih besi kadar rendah menjadi besi reduksi langsung (DRI) yang netral iklim menggunakan tungku hidrogen bertenaga listrik. Uji coba ini menggunakan 80 ton bijih dan menunjukkan kelayakan pemanfaatan energi terbarukan untuk memproses material berkualitas rendah menjadi umpan kemurnian tinggi. Proyek ini merupakan komponen utama dari strategi Namibia untuk memanfaatkan sumber daya surya dan anginnya guna menjadi pusat rantai pasok baja hijau global.
2 jam yang lalu
[SMM Besi & Baja] Ekspor Batu Bara Rusia ke Turki Turun 31% pada Awal 2026
2 jam yang lalu
[SMM Besi & Baja] Ekspor Batu Bara Rusia ke Turki Turun 31% pada Awal 2026
Read More
[SMM Besi & Baja] Ekspor Batu Bara Rusia ke Turki Turun 31% pada Awal 2026
[SMM Besi & Baja] Ekspor Batu Bara Rusia ke Turki Turun 31% pada Awal 2026
Data perdagangan kuartal pertama 2026 menunjukkan penurunan 31% secara tahunan dalam ekspor batu bara Rusia ke Turki. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan produksi domestik Turki dan pergeseran kebijakan pertahanan perdagangan yang menguntungkan impor dari pemasok Eropa dan Australia lainnya. Penurunan di koridor penting ini menyoroti pergeseran rute perdagangan batu bara metalurgi seiring pasar internasional merespons ketegangan geopolitik dan perang yang masih berlangsung, yang terus menjaga volatilitas harga komoditas tetap tinggi.
2 jam yang lalu