
Futures baja tahan karat Tiongkok menutup pekan terakhir musim puncak permintaan tradisional "Silver April" dengan catatan positif (20-24 April 2026), dengan kontrak SHFE paling aktif (SS2606) ditutup pada RMB 15.165/mt (sekitar $2.221/mt) pada 24 April, naik RMB 70/mt (sekitar $10/mt) dari Jumat sebelumnya. Kenaikan ini hampir seluruhnya didorong oleh sesi perdagangan hari Jumat, setelah berita pemangkasan kuota penambangan RKAB Indonesia dan pemeliharaan di tambang bijih laterit utama mengalihkan perhatian pasar dari kebijakan makro ke dukungan biaya sisi pasokan.

Latar belakang makro: stimulus domestik, meredanya premi risiko luar negeri
Dari sisi makro, pembuat kebijakan Tiongkok terus memperkuat ekspektasi pertumbuhan. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional mengonfirmasi akan mempercepat penerapan RMB 800 miliar (sekitar $117 miliar) instrumen keuangan berbasis kebijakan baru dan sedang menyusun strategi permintaan domestik baru, sementara Bank Rakyat Tiongkok menegaskan kembali komitmennya terhadap sikap kebijakan moneter yang cukup akomodatif. Di luar negeri, komentar hawkish dari beberapa pejabat Federal Reserve diimbangi oleh kemajuan negosiasi gencatan senjata Timur Tengah, yang meredakan premi risiko energi dan memungkinkan pasar kembali fokus pada dinamika penawaran-permintaan spesifik industri.
Fundamental: penurunan inventaris, namun permintaan riil tertinggal dari pergerakan harga
Penurunan inventaris meningkat sepanjang pekan. Data SMM menunjukkan inventaris sosial turun menjadi 949.400 mt, turun 11.700 mt dari 961.100 mt pada pekan sebelumnya. Penurunan ini didorong oleh kombinasi faktor: arbitrase futures-spot yang aktif seiring kenaikan papan futures, konsesi harga dari pedagang yang menghabiskan stok, restocking moderat menjelang libur Hari Buruh, dan pengurangan alokasi pabrik. Meski demikian, dengan harga spot mengikuti kenaikan papan futures, pengguna akhir tetap berhati-hati terhadap volatilitas jangka pendek dan pembelian tidak menghasilkan volume yang jauh lebih tinggi. Transaksi sebagian besar didorong oleh pembelian arbitrase dan pengiriman terhadap pesanan yang ada — pola "ekspektasi memimpin, realitas mengikuti" di mana permintaan riil belum menyusul pergerakan harga.

Sisi biaya: kebijakan bijih Indonesia memperkuat narasi bullish
Dukungan sisi biaya semakin menguat. Berita pada hari Jumat tentang pemangkasan tajam kuota awal RKAB Indonesia untuk 2026, bersama dengan pemeliharaan di beberapa tambang bijih nikel utama Indonesia, memperkuat ekspektasi bullish untuk bahan baku. Per 24 April, harga Nickel Pig Iron (NPI) naik menjadi RMB 1.097/poin nikel (sekitar $160,6/poin nikel), sementara ferrochrome karbon tinggi bertahan stabil di RMB 8.475 per 50-base mt (sekitar $1.241). Biaya produksi pabrik telah bergerak naik, meskipun tidak secepat harga produk jadi, yang berarti margin pabrik baja tahan karat secara bertahap pulih. Dengan narasi pengetatan pasokan bahan baku yang tetap utuh, dukungan sisi biaya yang menopang harga baja tahan karat tetap solid.

Prospek: bias positif memasuki periode pasca-libur, namun perhatikan tingkat penyerapan spot
Baja tahan karat telah stabil di level tinggi menjelang periode libur Hari Buruh, didukung oleh narasi kebijakan bijih Indonesia dan bukan oleh permintaan barang jadi. Meskipun produksi pabrik Tiongkok berjalan tinggi, narasi pengetatan bahan baku memberikan lantai yang lebih kokoh bagi baja jadi. Perhatian pasca-libur akan berfokus pada dua variabel: peluncuran kuota RKAB Indonesia dan kecepatan stimulus fiskal Tiongkok yang benar-benar mencapai ekonomi riil. Kontrak SS2606 diperkirakan tetap kokoh dengan bias naik setelah libur, namun risiko utama yang perlu diperhatikan adalah apakah permintaan fisik dapat menyerap harga spot saat ini — jika tidak, pasar tetap rentan terhadap koreksi dari level tinggi ini.
![[Analisis SMM] Sinergi Kebijakan Bahan Baku Mendorong Kenaikan Biaya, Kehati-hatian Mendominasi Permintaan Baja Tahan Karat di Luar Negeri](https://imgqn.smm.cn/usercenter/Btmsv20251217171733.jpg)

![[SMM Flash] Pembaruan Pasar Terbaru Sulfur Indonesia](https://imgqn.smm.cn/usercenter/HfIIS20251217171709.jpg)
