Harga nikel cenderung menguat secara volatil pekan ini, dengan berita sisi pasokan sebagai pendorong utama pergerakan harga. Di awal pekan, kontrak nikel SHFE yang paling aktif diperdagangkan dibuka rendah di sekitar 140.010 yuan/mt. Pertengahan pekan, kabar bahwa Weda Bay Indonesia berencana menghentikan produksi pada Mei, dikombinasikan dengan faktor sisi biaya seperti implementasi kebijakan pajak HPM baru Indonesia dan lonjakan harga sulfur, mendorong harga nikel naik tiga hari berturut-turut. Pada Jumat, harga sempat menembus 146.000 yuan/mt, dengan kenaikan mingguan 0,99%. Nikel LME menguat seiring, mencapai tertinggi $18.850/mt, dengan kenaikan mingguan 4,11%. Di pasar spot, harga rata-rata mingguan nikel olahan #1 SMM adalah 142.770 yuan/mt, naik 2.000 yuan/mt WoW. Premi nikel Jinchuan turun ke 1.900 yuan/mt, dan nikel elektrodeposisi domestik arus utama tetap berada pada diskon. Kenaikan harga futures pekan ini menekan keinginan penetapan harga hilir, dan perdagangan secara keseluruhan biasa-biasa saja.
Berita makro dan pasar, SHFE menambahkan dua merek pengiriman nikel olahan Indonesia "Yongheng" dan "Dingxing" pekan ini, semakin memperluas saluran bagi nikel elektrodeposisi Indonesia berbiaya rendah untuk mendaftar pengiriman di pasar China, yang akan memberikan tekanan restocking berkelanjutan pada warrant SHFE dan inventaris sosial nikel olahan domestik. Mulai malam 21 April, investor luar negeri secara resmi diizinkan berpartisipasi dalam perdagangan futures dan opsi nikel SHFE, semakin meningkatkan keterbukaan produk nikel. Di sisi makro, Trump memperpanjang tenggat waktu gencatan senjata AS-Iran pekan lalu, namun kemajuan substansial dalam negosiasi AS-Iran sangat minim pekan ini. Iran menyatakan "tidak ada rencana untuk terlibat dalam negosiasi dalam waktu dekat," dan kedua pihak terus memblokade Selat Hormuz sebagai kartu truf, dengan ketegangan yang kembali meningkat. Calon Ketua Fed Kevin Warsh secara tegas menolak berkomitmen untuk memangkas suku bunga dalam sidang konfirmasi yang digelar Komite Perbankan Senat pekan ini, menyatakan akan fokus pada "inflasi inti."
Inventaris, inventaris Zona Bonded Shanghai sekitar 1.700 mt pekan ini, stagnan WoW. Inventaris sosial domestik sekitar 97.000 mt, penumpukan inventaris sekitar 3.300 mt WoW.
Ke depan, kebijakan pengetatan kuota Indonesia terus menguat, krisis pasokan sulfur semakin intensif, produksi MHP terhambat, dan harga sulfur terus naik di tengah pasokan yang ketat, memberikan dukungan biaya yang kuat. Dikombinasikan dengan berita terkini mengenai penghentian dan pengurangan produksi di smelter Indonesia, harga nikel diperkirakan akan bertahan dengan baik. Kontrak nikel SHFE yang paling aktif diperdagangkan diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 140.000–150.000 yuan/mt pekan depan.
![[Analisis SMM] Sinergi Kebijakan Bahan Baku Mendorong Kenaikan Biaya, Kehati-hatian Mendominasi Permintaan Baja Tahan Karat di Luar Negeri](https://imgqn.smm.cn/usercenter/Btmsv20251217171733.jpg)
![[Analisis SMM] Rebound Pasca-Libur Angkat Harga Futures Baja Tahan Karat Tiongkok, Namun Pasar Fisik Menunjukkan Kehati-hatian](https://imgqn.smm.cn/production/admin/votes/imagesrepls20260424190409.jpeg)

