Setelah revisi formula HPM Indonesia yang kini mencakup Besi (Fe), Kobalt (Co), dan Kromium (Cr), SMM memperkirakan dampak harga akan bervariasi secara signifikan. Berdasarkan asumsi internal SMM, Saprolit (20% Fe, 1% Cr, 0,05% Co) dan Limonit (45% Fe, 2% Cr, 0,10% Co), dihitung berdasarkan acuan HMA terbaru sebesar $16.934/dmt untuk Nikel, $55.853/dmt untuk Kobalt, $1,58/dmt untuk Besi, dan $6,37/dmt untuk Krom. Pemodelan ini menggambarkan dampak kadar produk sampingan terhadap acuan harga baru. Angka-angka ini bersifat referensi, meskipun valuasi aktual akan bervariasi berdasarkan geografi tambang dan karakteristik bijih.
• Ni 1,2%: USD 46,06/wmt (↑ $28,73)
• Ni 1,3%: USD 50,35/wmt (↑ $30,13)
• Ni 1,6%: USD 64,85/wmt (↑ $34,63)
• Ni 1,7%: USD 70,03/wmt (↑ $36,03)
• Ni 1,8%: USD 75,42/wmt (↑ $37,42)

![[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/OjGlE20251217171734.jpg)
![[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/PFIti20251217171734.jpg)
