SMM Nickel News, 21 April:
Berita makro dan pasar:
(1) "Gencatan senjata sementara" selama dua minggu antara AS dan Iran akan berakhir pada 22 April. Presiden AS Trump secara sepihak menetapkan tanggal untuk "pembicaraan putaran kedua" dan memperingatkan bahwa perpanjangan gencatan senjata sebelum kesepakatan tercapai "sangat tidak mungkin," sementara Iran mempertahankan sikap tegas dan enggan menyetujui untuk "hadir."
(2) PBOC mempertahankan LPR satu tahun dan lima tahun masing-masing tidak berubah di 3% dan 3,5%.
Pasar spot:
Pada 21 April, harga nikel murni #1 SMM turun 1.050 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya. Premi spot: Nikel murni #1 Jinchuan rata-rata 1.950 yuan/mt, naik 200 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya; merek nikel elektrodeposisi domestik utama berkisar antara -500-600 yuan/mt.
Pasar berjangka:
Kontrak nikel SHFE 2605 yang paling aktif diperdagangkan bergerak sideways pada sesi pagi, ditutup di 139.990 yuan/mt, turun 0,69%.
Dampak positif dari kebijakan baru HPM bijih nikel Indonesia telah secara bertahap terserap, dan aksi ambil untung muncul, memberikan tekanan koreksi pada harga nikel. Namun, logika pendukung harga nikel jangka menengah tetap solid. Ke depan, perlu diperhatikan perubahan harga transaksi aktual bijih nikel Indonesia dan dampak ketegangan geopolitik AS-Iran terhadap pasokan belerang. Harga kontrak nikel SHFE yang paling aktif diperdagangkan diperkirakan bergerak dalam kisaran 140.000-150.000 yuan/mt.



