Negara-Negara Pemasok Utama Skrap Tembaga Memusatkan Pengiriman pada Bulan Maret

Telah Terbit: Apr 21, 2026 10:13
[Data terbaru dari Bea Cukai Tiongkok] Jepang dan Thailand secara bersama-sama menyumbang 36,19% dari total impor pada bulan Maret, keduanya dengan peningkatan MoM melebihi 50%, menjadi pendorong langsung lonjakan impor. Secara spesifik, Jepang: ekspor ke Tiongkok pada bulan Maret mencapai 41.500 mt (pangsa 18,24%), naik 53,61% YoY dan 56,28% MoM; Thailand: ekspor ke Tiongkok pada bulan Maret mencapai 40.800 mt (pangsa 17,95%), naik 107,33% YoY dan 54,97% MoM.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (29 Juli)
2 menit yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (29 Juli)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (29 Juli)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (29 Juli)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 29 Juli 2026.
2 menit yang lalu
Harga Tembaga Melemah, Panas Perdagangan di Pasar Tembaga Bekas Mereda [SMM Secondary Copper Daily Review]
57 menit yang lalu
Harga Tembaga Melemah, Panas Perdagangan di Pasar Tembaga Bekas Mereda [SMM Secondary Copper Daily Review]
Baca Selengkapnya
Harga Tembaga Melemah, Panas Perdagangan di Pasar Tembaga Bekas Mereda [SMM Secondary Copper Daily Review]
Harga Tembaga Melemah, Panas Perdagangan di Pasar Tembaga Bekas Mereda [SMM Secondary Copper Daily Review]
57 menit yang lalu
Codelco Mengakui Tantangan dalam Mencapai Target Produksi 1,7 Juta Ton Tembaga, Merencanakan Strategi Baru
1 jam yang lalu
Codelco Mengakui Tantangan dalam Mencapai Target Produksi 1,7 Juta Ton Tembaga, Merencanakan Strategi Baru
Baca Selengkapnya
Codelco Mengakui Tantangan dalam Mencapai Target Produksi 1,7 Juta Ton Tembaga, Merencanakan Strategi Baru
Codelco Mengakui Tantangan dalam Mencapai Target Produksi 1,7 Juta Ton Tembaga, Merencanakan Strategi Baru
Menurut laporan media asing, produsen tembaga milik negara Chili, Codelco, mengakui bahwa kecil kemungkinan mereka dapat mencapai target jangka panjang untuk mengembalikan produksi tembaga tahunan ke 1,7 juta metrik ton dalam empat hingga lima tahun ke depan, yang mencerminkan tantangan operasional yang dihadapi produsen tembaga terbesar di dunia itu. Chairman Codelco, Bernardo Fontaine, mengatakan perusahaan memperkirakan tahun yang sulit lagi untuk produksi, sembari mencatat bahwa target output terus meleset selama tujuh tahun terakhir akibat keterlambatan proyek-proyek besar dan kemunduran operasional. Perusahaan sebelumnya mengeluarkan panduan produksi 2026 sebesar 1,331–1,357 juta metrik ton dan kini memprioritaskan ekspektasi kinerja yang realistis ketimbang target volume yang ambisius. Fontaine mengatakan Codelco berencana meluncurkan strategi pemulihan pada Oktober atau November, dengan penekanan lebih besar pada peningkatan profitabilitas dan efisiensi modal alih-alih memaksimalkan produksi. Sebagai bagian dari peninjauan, persetujuan untuk proyek-proyek investasi baru telah ditangguhkan sembari perusahaan mengevaluasi kembali alokasi modal guna memastikan pengembalian yang dapat diterima. Ia juga mengindikasikan bahwa Codelco bermaksud memperluas kemitraan dengan perusahaan pertambangan swasta untuk memajukan proyek-proyek yang tidak dapat sepenuhnya dibiayai sendiri. Opsi untuk kepemilikan saham 49% perusahaan di tambang tembaga El Abra, termasuk potensi pengurangan kepemilikan, masih dalam tahap evaluasi. Prospek yang direvisi Codelco menyoroti tantangan struktural yang membayangi pasokan tembaga global, termasuk tambang yang menua, penurunan kadar bijih, dan meningkatnya biaya pengembangan. Seiring permintaan dari elektrifikasi, kendaraan listrik, dan pusat data yang terus bertumbuh, kendala produksi yang terus-menerus pada pemasok utama dapat memperkuat ekspektasi pasar tembaga global yang lebih ketat serta terus mendukung harga tembaga jangka panjang.
1 jam yang lalu