Tinjauan Tengah Hari Timah, 17 April 2026
Pagi ini, pasar timah di dalam dan luar Tiongkok secara keseluruhan mempertahankan tren fluktuatif. Kontrak timah SHFE paling aktif SN2605 ditutup pada 390.930 yuan/mt pada sesi pagi, naik 0,34%. Timah tiga bulan LME sementara dikutip pada $49.959,5/mt, turun 0,31%.
Pasar makro saat ini tidak memiliki panduan langsung dari variabel substantif baru. Setelah fermentasi berulang berita geopolitik sebelumnya, sentimen pasar telah memasuki fase desensitisasi. Tanpa adanya faktor bullish atau bearish satu arah yang jelas, pasar secara keseluruhan tetap menunggu dan mengamati.
Selain itu, menurut data terbaru dari Kementerian Perdagangan Indonesia, total ekspor timah olahan Indonesia pada Februari 2026 mencapai 3.634,6 mt, naik 37,0% MoM dan turun 7,44% YoY. Total nilai ekspor mencapai $173 juta, naik 27,9% MoM. Ekspor ke Tiongkok daratan pada Februari sebesar 1.977,5 mt, naik 11,41% MoM, menyumbang 54,4% dari total. Ekspor ke Taiwan, Tiongkok pada Februari sebesar 57,1 mt, turun 16,52% MoM. Ekspor ke Korea Selatan sebesar 335,6 mt, turun 12,6% MoM. Ekspor ke Singapura sebesar 305,6 mt, naik 79,34% MoM. Ekspor ke Selandia Baru sebesar 250 mt, naik 66,67% MoM.
Kinerja pasar spot sebagian besar tetap konsisten dengan hari perdagangan sebelumnya. Karena harga berjangka terus berfluktuasi dalam kisaran tinggi, pengguna akhir mempertahankan sikap pembelian yang hati-hati. Aktivitas perdagangan pasar secara keseluruhan biasa-biasa saja, dengan sebagian besar perusahaan terutama berfokus pada pengurangan persediaan yang ada.
Secara keseluruhan, fluktuasi tajam harga timah hari ini terutama disebabkan oleh kekosongan berita makro dan kebuntuan stabil dalam fundamental spot. Harga timah diperkirakan akan terus bertumpu pada level harga saat ini dalam jangka pendek, mempertahankan pola konsolidasi fluktuatif dalam kisaran lebar.



