Nickel 28 Capital Corp. mengatakan pada 15 April bahwa operator proyek nikel-kobalt Ramu di Papua Nugini telah mengajukan rencana ekspansi Fase 2 kepada Otoritas Sumber Daya Mineral negara tersebut. Proyek senilai 1,6 miliar dolar AS ini dapat menggandakan kapasitas Ramu jika selesai, tetapi masih memerlukan persetujuan pemerintah atas izin dan sewa pertambangan.
Berdasarkan perjanjian usaha patungan, pemegang saham mayoritas MCC harus mengajukan penawaran pembelian dengan nilai pasar wajar kepada pemegang saham minoritas termasuk Nickel 28. Pemegang saham minoritas yang menolak dapat membiayai bagian mereka dari biaya ekspansi atau menghadapi dilusi ekuitas secara bertahap.
CEO Craig Lennon mengatakan operasi Ramu stabil dan MCC berpengalaman. Perusahaan akan mengevaluasi semua opsi berdasarkan perjanjian tersebut untuk memaksimalkan nilai pemegang saham.
![[SMM Ulasan Harian Nikel Sulfat] 17 April: Sentimen Pembelian Hilir Pulih, Harga Garam Nikel Naik Signifikan](https://imgqn.smm.cn/usercenter/UruWE20251217171732.jpg)
![[SMM Kilat Baja Tahan Karat] Safeguard Baja UE Tercapai di Tengah Perombakan Harga Nikel Indonesia](https://imgqn.smm.cn/usercenter/CjEnN20251217171733.jpg)
![[SMM Kilat Baja Tahan Karat] 16 April 2026: Sorotan Pasar Baja Tahan Karat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/VstiG20251217171732.jpeg)
