[SMM PV News] Ember: Tenaga Surya dan Penyimpanan Energi Dapat Memenuhi 90% Kebutuhan Listrik India

Telah Terbit: Apr 9, 2026 09:36
Pemodelan terbaru oleh Ember mengungkapkan bahwa tenaga surya yang dipasangkan dengan penyimpanan baterai dapat memasok 90% kebutuhan listrik India pada LCOE sebesar 5,06 INR/kWh. Untuk mencapai hal ini diperlukan sekitar 930 GW kapasitas surya dan 2.560 GWh penyimpanan baterai, dengan memanfaatkan kurang dari sepertiga potensi surya ground-mounted negara tersebut. Meskipun sistem 100% tenaga surya secara teknis layak, biayanya akan meningkat secara tidak proporsional, sehingga target 90% lebih layak secara ekonomi jika dikombinasikan dengan tenaga angin, hidro, dan nuklir yang sudah ada. Studi ini mencatat bahwa surya-plus-penyimpanan sudah kompetitif dari segi biaya di negara bagian utama India, meskipun menjaga pasokan selama musim hujan yang berkepanjangan dengan sinar matahari rendah tetap menjadi tantangan utama.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[Surya PV: Belanda akan Memperkenalkan Biaya Jaringan untuk Pembangkit Surya Skala Besar pada 2032]
14 menit yang lalu
[Surya PV: Belanda akan Memperkenalkan Biaya Jaringan untuk Pembangkit Surya Skala Besar pada 2032]
Read More
[Surya PV: Belanda akan Memperkenalkan Biaya Jaringan untuk Pembangkit Surya Skala Besar pada 2032]
[Surya PV: Belanda akan Memperkenalkan Biaya Jaringan untuk Pembangkit Surya Skala Besar pada 2032]
Otoritas Konsumen dan Pasar Belanda (ACM) mengumumkan rencana untuk memperkenalkan biaya jaringan bagi produsen listrik skala besar, termasuk pembangkit listrik tenaga surya. Tarif tersebut diperkirakan mulai berlaku paling cepat pada Januari 2032, yang mewajibkan produsen untuk berkontribusi pada biaya pemeliharaan dan perluasan jaringan guna mendorong pemanfaatan jaringan yang lebih efisien. ACM menyatakan bahwa biaya tersebut akan diterapkan secara bertahap dan akan diselaraskan dengan struktur tarif di Jerman, mitra dagang terbesar pasar energi Belanda.
14 menit yang lalu
[Surya PV: Prancis Meluncurkan Tender 925 MW dengan Aturan Ketat Ketahanan Rantai Pasok]
16 menit yang lalu
[Surya PV: Prancis Meluncurkan Tender 925 MW dengan Aturan Ketat Ketahanan Rantai Pasok]
Read More
[Surya PV: Prancis Meluncurkan Tender 925 MW dengan Aturan Ketat Ketahanan Rantai Pasok]
[Surya PV: Prancis Meluncurkan Tender 925 MW dengan Aturan Ketat Ketahanan Rantai Pasok]
Regulator energi Prancis (CRE) telah menerbitkan spesifikasi untuk tender "AO PPE2 PV Sol", yang menargetkan 925 MW proyek surya ground-mounted dan agrivoltaik di atas 500 kW. Sebuah tranche khusus sebesar 200 MW dialokasikan untuk proyek di bawah 5 MW. Periode penawaran dibuka pada 20 Juli 2026 dan ditutup pada 30 Juli. Tender ini memperkenalkan persyaratan ketahanan rantai pasok yang signifikan sesuai dengan European Net Zero Industries Act (NZIA). Untuk memenuhi syarat, proyek harus menghindari perakitan di negara ketiga non-UE yang dominan.
16 menit yang lalu
[Solar PV: PLN Indonesia Meluncurkan Tender Surya Mentari Nusantara I Berkapasitas 1,2 GW]
22 menit yang lalu
[Solar PV: PLN Indonesia Meluncurkan Tender Surya Mentari Nusantara I Berkapasitas 1,2 GW]
Read More
[Solar PV: PLN Indonesia Meluncurkan Tender Surya Mentari Nusantara I Berkapasitas 1,2 GW]
[Solar PV: PLN Indonesia Meluncurkan Tender Surya Mentari Nusantara I Berkapasitas 1,2 GW]
Perusahaan listrik negara Indonesia, PLN, telah membuka tender surya Mentari Nusantara I, dengan target kapasitas total 1.225 MW di berbagai wilayah, termasuk 600 MW di Jawa, 340 MW di Kalimantan, dan 120 MW di Maluku dan Papua. Diluncurkan pada 30 April, tender ini menggunakan skema pengadaan terintegrasi 'Giga One' yang dirancang untuk menggabungkan proyek-proyek dan meningkatkan skala ekonomi. Target tanggal operasi komersial untuk proyek-proyek tersebut adalah 2029. Inisiatif ini merupakan langkah besar menuju target ambisius Indonesia untuk membangun 100 GW kapasitas surya, melanjutkan kapasitas terpasang negara saat ini sebesar 1,49 GW.
22 menit yang lalu