[Berita SMM PV] Konflik Teluk Menggeser Pasar Energi, Berdampak pada 'PPA' dan 'BESS'

Telah Terbit: Apr 3, 2026 09:57
Konflik yang meningkat di Teluk, yang melibatkan Israel, 'AS', dan Iran, telah menyebabkan pergeseran struktural di pasar energi global yang jauh melampaui volatilitas jangka pendek. Menurut firma riset Pexapark, serangan terhadap infrastruktur gas alam cair ('LNG') telah memperbesar dampak ini, mengalihkan fokus dari gangguan logistik sementara ke risiko pasokan jangka menengah. Dinamika yang terus berkembang ini menimbulkan konsekuensi langsung dan signifikan bagi pasar listrik global, perjanjian pembelian listrik ('PPA'), dan sektor sistem penyimpanan energi baterai ('BESS')

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[Berita SMM PV] Tenaga Surya Atap Puerto Rico Mencapai 20% dari Total Kapasitas Listrik
13 jam yang lalu
[Berita SMM PV] Tenaga Surya Atap Puerto Rico Mencapai 20% dari Total Kapasitas Listrik
Read More
[Berita SMM PV] Tenaga Surya Atap Puerto Rico Mencapai 20% dari Total Kapasitas Listrik
[Berita SMM PV] Tenaga Surya Atap Puerto Rico Mencapai 20% dari Total Kapasitas Listrik
Data 'EIA' terbaru menunjukkan bahwa PLTS atap kini mencakup 20% kapasitas listrik Puerto Riko (1.456 MW), melampaui gas alam sebagai sumber terbesar kedua. Antara 2016 dan 2025, surya terdistribusi menyumbang 81% dari seluruh kapasitas baru. Untuk mengatasi pemadaman jaringan yang sering terjadi, warga telah memasang lebih dari 171.000 sistem baterai (2.864 MWh), dengan banyak di antaranya bergabung dalam program pembangkit listrik virtual ('VPP') milik operator jaringan LUMA. Meski ada kemajuan ini, undang-undang baru memperpanjang operasi satu-satunya PLTU batu bara di wilayah itu hingga 2032 dan menghapus target energi terbarukan sementara, meskipun target 100% pada 2050 tetap berlaku.
13 jam yang lalu
【Analisis SMM】Proyek Hidrogen Hijau Nol Karbon Zhongke Liquid Sunshine (Shawan) Mulai Dibangun
14 jam yang lalu
【Analisis SMM】Proyek Hidrogen Hijau Nol Karbon Zhongke Liquid Sunshine (Shawan) Mulai Dibangun
Read More
【Analisis SMM】Proyek Hidrogen Hijau Nol Karbon Zhongke Liquid Sunshine (Shawan) Mulai Dibangun
【Analisis SMM】Proyek Hidrogen Hijau Nol Karbon Zhongke Liquid Sunshine (Shawan) Mulai Dibangun
14 jam yang lalu
[Berita SMM PV] Industri Surya AS Hadapi Kekurangan Tenaga Kerja Menjelang Tenggat 'OBBBA'
21 jam yang lalu
[Berita SMM PV] Industri Surya AS Hadapi Kekurangan Tenaga Kerja Menjelang Tenggat 'OBBBA'
Read More
[Berita SMM PV] Industri Surya AS Hadapi Kekurangan Tenaga Kerja Menjelang Tenggat 'OBBBA'
[Berita SMM PV] Industri Surya AS Hadapi Kekurangan Tenaga Kerja Menjelang Tenggat 'OBBBA'
Industri surya AS menghadapi kekurangan 53.000 pekerja saat para pengembang berlomba memenuhi tenggat konstruksi Juli 2026 berdasarkan 'OBBBA'. Proyeksi menunjukkan dibutuhkan 355.000 pekerja untuk mencapai target instalasi 60–70 GW, namun 86% pemberi kerja melaporkan kesulitan merekrut. Krisis tenaga kerja ini diperparah oleh ketentuan yang mewajibkan 15% jam kerja berasal dari pekerja magang agar memenuhi syarat untuk memperoleh kredit pajak. Untuk beradaptasi, para pengembang membangun jalur pelatihan internal, menyasar veteran, dan memanfaatkan alat digital untuk memaksimalkan efisiensi.
21 jam yang lalu