Analisis Pola Pasokan, Permintaan, dan Perdagangan di Pasar Aluminium

Telah Terbit: Apr 1, 2026 00:01

Pasar aluminium global saat ini ditandai oleh divergensi yang jelas antara pasar luar negeri dan domestik. Pasar luar negeri berkinerja kuat di tengah gangguan sisi pasokan, sementara pasar domestik juga menguat akibat gangguan pasokan serupa, tetapi tetap relatif lebih lemah dibandingkan LME. Rincian mengenai pasokan, permintaan, perdagangan, dan struktur pasar adalah sebagai berikut:

I. Pasar Aluminium Luar Negeri: Pengetatan Pasokan yang Menonjol dan Tekanan Berkelanjutan pada Persediaan

Kontradiksi utama di pasar aluminium luar negeri terletak pada penyusutan pasokan dan rendahnya tingkat persediaan, yang diperburuk oleh konflik geopolitik sehingga semakin memperketat pasokan.

Dari sisi data persediaan LME, persediaan saat ini masih berada dalam tren penurunan berkelanjutan, yang sangat melemahkan perannya sebagai penopang pasar. Secara historis maupun dalam periode terbaru, warrant yang dibatalkan di LME sebelumnya mencapai puncak 178.000 ton, setara dengan 39% dari total persediaan. Akibatnya, persediaan LME yang benar-benar tersedia telah turun ke level terendah sejak Mei 2025, yang semakin menegaskan ketatnya pasokan luar negeri.

Penyusutan pasokan telah memperlebar defisit pasar, dengan pemangkasan produksi di dua proyek utama—EGA dan Alba—memberikan dampak yang sangat signifikan. Pada 28 Maret, smelter Al Taweelah milik EGA di UEA dan pabrik Alba di Bahrain diserang, menyebabkan kerusakan peralatan dan secara tajam meningkatkan risiko gangguan kapasitas. Hal ini terjadi setelah gangguan sebelumnya:

  • 15 Maret: Alba mengurangi output di tiga lini produksi akibat gangguan pengiriman di Selat Hormuz;
  • 12 Maret: Smelter Qatalum di Qatar menghentikan 40% kapasitas akibat pemangkasan pasokan gas alam.

Defisit pasokan aluminium primer luar negeri diperkirakan akan terus melebar. Sementara itu, tingginya biaya energi di Eropa juga telah menurunkan output aluminium setengah jadi lokal, sehingga semakin memperketat pasokan.

Ketatnya pasokan secara langsung mendorong kenaikan tajam premi spot luar negeri. Di tengah kekhawatiran pasokan akibat meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah, premi MJP kuartal II naik sekitar USD 156,5/ton menjadi USD 351,5/ton.

Secara khusus, premi di wilayah utama naik signifikan pada akhir Maret:

  • CIF Korea Selatan: dari USD 168/ton (awal Maret) menjadi USD 292/ton;
  • CIF Thailand: dari USD 183/ton menjadi USD 317/ton;
  • Eropa Duty Unpaid: dari USD 345/ton menjadi USD 400/ton;
  • DDP Midwest AS: dari 103,75 sen/lb menjadi 105,5 sen/lb.

Hal ini sepenuhnya mencerminkan bahwa ekspektasi pasokan aluminium primer yang ketat telah memungkinkan penjual menaikkan penawaran.

Permintaan hilir dan pola pembelian sangat bervariasi antarwilayah:

  • Korea Selatan: Restocking bertahap telah selesai; sentimen restocking hilir lemah, dukungan permintaan terbatas.
  • Asia Tenggara: Didominasi pelaksanaan kontrak jangka panjang dengan restocking spot yang terbatas; momentum pembelian tambahan tidak memadai.
  • Eropa: Kekhawatiran kekurangan pasokan meningkat di tengah pemangkasan produksi di Qatar dan Bahrain; restocking hilir sedang berlangsung, permintaan relatif kuat.
  • Amerika Serikat: Persediaan rendah memasuki siklus restocking, memberikan dukungan moderat bagi pasar.

II. Pasar Aluminium Domestik: Tekanan Persediaan Tinggi, Permintaan Lemah dan Terbatas

Berbeda dengan kuatnya pasar luar negeri, pasar aluminium domestik menguat di tengah gangguan pasokan tetapi berkinerja lebih lemah dibandingkan LME, dengan ciri persediaan tinggi dan permintaan yang terbatas.

Harga aluminium domestik yang tinggi terus menekan pembelian hilir. Pembelian saat ini terutama didorong oleh permintaan kaku berbasis pesanan, dengan kemauan rendah untuk restocking aktif, sehingga memberikan dukungan kenaikan yang terbatas.

Tekanan persediaan aluminium domestik belum mereda secara efektif: persediaan aluminium primer tetap tinggi, dan pengurangan persediaan berlangsung lebih lambat dari perkiraan, sehingga kemungkinan memperpanjang periode penyerapan. Persediaan tinggi dan harga tinggi membentuk dua kendala. Meskipun pasar domestik memiliki momentum naik, kekuatannya masih lebih lemah daripada pasar luar negeri. Premi spot domestik diperkirakan tetap berada di bawah tekanan dan semakin melebar dalam jangka pendek.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn