PT Inalum, raksasa aluminium milik negara Indonesia, pada Selasa meminta pemerintah menangguhkan pembangunan pabrik alumina dan aluminium baru, dengan alasan kekhawatiran atas kelebihan pasokan dan tekanan terhadap cadangan bauksit negara itu.
Melati Sarnita, CEO Inalum, menyatakan bahwa Inalum khawatir industri aluminium akan menghadapi masalah serupa dengan industri nikel setelah pertumbuhan pesat, seperti kelebihan pasokan yang memengaruhi harga global dan persoalan lingkungan.
Inalum mengutip data pasar yang memperkirakan bahwa setelah semua proyek alumina yang sedang dibangun mulai beroperasi, kapasitas alumina Indonesia akan meningkat dari sekitar 9 juta ton saat ini menjadi 29,8 juta ton.
Melati mengatakan bahwa setelah semua proyek selesai, kapasitas aluminium awal diperkirakan akan meningkat dari saat ini


![Situasi Timur Tengah Mereda Sementara, Harga Aluminium Berfluktuasi di Level Tinggi untuk Penyesuaian [Risalah Rapat Pagi Aluminium SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/VTjoW20251217171653.jpg)
