Berakhirnya Musim Hujan di Filipina Sepenuhnya, Ditambah Krisis Bahan Bakar, Dapat Menekan Harga Bijih Nikel
Berakhirnya musim hujan di Filipina sepenuhnya, ditambah krisis bahan bakar, dapat menekan harga bijih nikel. Pekan ini, harga bijih nikel Filipina turun tipis. Dari sisi harga, kuotasi bijih nikel Filipina CIF China berada di kisaran US$64-67/wmt untuk kadar Ni 1,3%, US$71-74/wmt untuk kadar Ni 1,4%, dan US$78-81/wmt untuk kadar Ni 1,5%. Harga CIF rata-rata dari Filipina ke Indonesia adalah US$65,5/wmt untuk kadar 1,3% dan US$72,5/wmt untuk kadar 1,4%. Dari sisi cuaca, kondisi cuaca di Filipina membaik signifikan secara mingguan pada pekan ini. Curah hujan di wilayah tambang utama seperti Surigao, Homonhon, dan Tawi-Tawi cenderung menurun, sementara Zambales dan Palawan tetap relatif kering. Perubahan ini menunjukkan bahwa wilayah tambang utama secara bertahap telah memasuki musim penambangan, sehingga membuka ruang bagi pasokan bijih nikel. Dari sisi permintaan, meskipun biaya pengiriman masih tinggi, beberapa smelter China telah memulai pengadaan. Hingga Jumat, 27 Maret, persediaan bijih nikel di pelabuhan China tercatat 4,63 juta mt, turun 190.000 mt dibanding pekan sebelumnya. Total persediaan pelabuhan saat ini setara dengan sekitar 36.400 mt kandungan logam Ni. Dari sisi permintaan, harga NPI domestik pada dasarnya stabil pekan ini, sementara harga transaksi spot turun sekitar 1.083,5 yuan per unit nikel. Penerimaan smelter terhadap bahan baku berharga tinggi telah mencapai puncaknya, yang dapat mendorong sedikit konsesi pada harga CIF, dan harga bijih nikel FOB maupun CIF dalam jangka pendek diperkirakan lebih berpeluang turun daripada naik.
Pasar Indonesia: Kemajuan Persetujuan RKAB yang Tertunda, Ditambah Ekspektasi Transisi Kebijakan, Diperkirakan Akan Semakin Mengangkat Pusat Harga Bijih Nikel
Pekan ini, harga bijih nikel lokal Indonesia naik. Harga patokan mineral (HPM) bijih nikel Indonesia untuk paruh kedua Maret ditetapkan sebesar US$17.329/dmt, naik 1,32% dibanding bulan sebelumnya. Menurut data premi bijih nikel Indonesia SMM, premi rata-rata untuk bijih nikel laterit kadar 1,4%, 1,5%, dan 1,6% masing-masing dikutip sebesar US$36, US$40, dan US$40,5/wmt. Di antaranya, harga kedatangan pelabuhan perdagangan domestik untuk kadar 1,6% berada di $67,6-74,6/wmt. Penguatan premi secara bersamaan bulan ini mencerminkan pelepasan permintaan restocking dari smelter dan ekspektasi pesimistis atas pemangkasan kuota RKAB, sementara harga terkirim bijih limonit kadar 1,2% juga naik tipis seiring menjadi $25-27/wmt. Dari sisi fundamental penawaran dan permintaan, per 27 Maret 2026, kondisi cuaca di wilayah pertambangan nikel Indonesia adalah sebagai berikut: Morowali diperkirakan mencatat curah hujan kumulatif 0,065-0,08 pekan ini, dan badai petir kuat akan sangat memengaruhi penambangan terbuka serta pengangkutan bijih; Konawe mengalami hujan tersebar, dengan curah hujan sekitar 0,03-0,045 pekan ini; Halmahera paling stabil, didominasi cuaca berawan dengan hujan ringan. Pasar saat ini menghadapi tren penurunan kadar yang jelas. Meskipun beberapa smelter NPI telah mulai menerima bijih nikel dengan kadar 1,45% ke bawah, bijih saprolit tetap ketat pada Maret. Saat ini, hingga pertengahan Maret, ESDM telah menyetujui sekitar 100 juta mt kuota RKAB bijih nikel, dan sisa 160 juta-170 juta mt diperkirakan selesai disetujui sebelum akhir bulan. Namun, karena libur Idulfitri pada 18-24 Maret, progres persetujuan mungkin tertunda, sehingga situasi pasokan ketat sulit mereda dalam jangka pendek. Dari sisi permintaan, karena beberapa smelter Indonesia menghadapi ketidakpastian sumber daya dan kesulitan memperoleh bijih nikel berkadar tinggi, harga tetap kuat. Untuk mengamankan pasokan bahan baku, beberapa smelter bahkan menaikkan bonus perdagangan. Selain itu, sejumlah transaksi bijih tanah humik berkadar rendah juga muncul di pasar, dengan harga tetap yang relatif lebih rendah dibandingkan bijih berkadar tinggi. Harga bijih limonit tetap di level rendah, terutama akibat kecelakaan longsor bendungan tailing di proyek MHP di suatu kawasan industri, yang membuat lini produksi terkait beroperasi pada tingkat utilisasi rendah dan menghambat pemulihan permintaan. Namun, dengan mempertimbangkan ketidakpastian RKAB, permintaan penimbunan dari proyek baru, dan meningkatnya permintaan dari pulau-pulau luar, harga bijih limonit diperkirakan akan tetap tinggi ke depan dengan mengikuti bijih saprolit. Dari sisi kebijakan, meskipun rumor mengenai penerapan dan penundaan rilis rezim pajak baru terus beredar, aturan pelaksanaan spesifiknya masih dalam peninjauan internal oleh kementerian terkait. Meskipun rincian pelaksanaan untuk produk tertentu seperti NPI dan MHP masih menunggu finalisasi lintas kementerian, sinyal kebijakan saat ini dapat mengindikasikan bahwa era ekspor bebas pajak untuk produk antara nikel Indonesia akan segera berakhir. Ke depan, pengetatan kebijakan Indonesia yang berlanjut diperkirakan akan membuka ruang kenaikan harga bijih nikel dan berdampak besar pada struktur biaya rantai pasok nikel global.
![[SMM Nickel Midday Comment] Pada 9 Juli, harga nikel anjlok selama sesi perdagangan, dan para pejabat The Fed AS tidak menghasilkan penilaian tunggal mengenai jalur kebijakan selanjutnya.](https://imgqn.smm.cn/usercenter/UruWE20251217171732.jpg)


