Korea Selatan akan Memperketat Pengawasan Keselamatan Baterai Kendaraan Listrik, Memperluas Pengungkapan Detail Produksi

Telah Terbit: Mar 24, 2026 16:53
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan mengumumkan akan terlebih dahulu mengumumkan revisi terhadap Dekret Penegakan dan peraturan terkait dari Undang-Undang Pengelolaan Otomotif guna meningkatkan manajemen keselamatan baterai yang digunakan pada kendaraan listrik.
Revisi tersebut mencakup perluasan keterbukaan informasi dan kriteria yang lebih ketat untuk pencabutan sertifikasi. Berdasarkan aturan baru, konsumen akan dapat mengakses informasi yang lebih rinci saat membeli kendaraan listrik, termasuk negara asal baterai, produsen, dan tanggal produksinya.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Litbang BAIC Memperkenalkan Prototipe Baterai Natrium-Ion Berperforma Tinggi dengan Spesifikasi Terdepan di Industri
1 jam yang lalu
Litbang BAIC Memperkenalkan Prototipe Baterai Natrium-Ion Berperforma Tinggi dengan Spesifikasi Terdepan di Industri
Read More
Litbang BAIC Memperkenalkan Prototipe Baterai Natrium-Ion Berperforma Tinggi dengan Spesifikasi Terdepan di Industri
Litbang BAIC Memperkenalkan Prototipe Baterai Natrium-Ion Berperforma Tinggi dengan Spesifikasi Terdepan di Industri
SMM mengetahui bahwa Litbang BAIC baru-baru ini mengumumkan keberhasilan pengembangan prototipe baterai ion natrium. Paket baterai prismatik pertama yang menggunakan sel baterai prismatik mencapai kepadatan energi lebih dari 170 Wh/kg, menempatkannya di jajaran teratas industri. Baterai ini juga mendukung pengisian ultra-cepat 4C, sehingga dapat terisi ulang dalam 11 menit. Kemampuan adaptasi rentang suhunya dan kinerja keamanannya sangat menonjol, dengan operasi stabil pada rentang sangat lebar dari -40°C hingga 60°C, retensi energi di atas 92% pada -20°C, serta tanpa risiko pelarian termal dalam skenario ekstrem. Saat ini, baterai ion natrium ini telah menyelesaikan finalisasi sampel, membangun proses produksi massal untuk produk prismatik, dan mengajukan 20 paten terkait teknologi inti. BAIC juga telah memanfaatkan pencapaian ini untuk melengkapi peta jalan teknologi yang mencakup baterai litium, baterai solid-state, dan baterai ion natrium, serta menguasai seperangkat lengkap teknologi inti baterai ion natrium.
1 jam yang lalu
L&F Amankan Kesepakatan Pasokan Katoda LFP Senilai KRW 1,6 Triliun dengan Samsung SDI
2 jam yang lalu
L&F Amankan Kesepakatan Pasokan Katoda LFP Senilai KRW 1,6 Triliun dengan Samsung SDI
Read More
L&F Amankan Kesepakatan Pasokan Katoda LFP Senilai KRW 1,6 Triliun dengan Samsung SDI
L&F Amankan Kesepakatan Pasokan Katoda LFP Senilai KRW 1,6 Triliun dengan Samsung SDI
Menurut pengajuan regulasi pada tanggal 24, L&F mengumumkan telah menandatangani perjanjian pasokan jangka menengah hingga panjang untuk material katoda lithium iron phosphate (LFP) dengan Samsung SDI pada tanggal 23. Nilai kontrak tersebut mencapai KRW 1,61 triliun, setara dengan sekitar 84,23% dari pendapatan tahunan terbaru L&F sebesar KRW 1,91 triliun. Pasokan ini terutama ditujukan untuk Amerika Utara, termasuk Amerika Serikat, dengan periode kontrak berlangsung dari 30 Maret hingga 31 Desember 2029.
2 jam yang lalu
Toyota Akan Menginvestasikan US$1 Miliar di Kentucky dan Indiana, Memajukan Rencana Produksi Baterai
2 jam yang lalu
Toyota Akan Menginvestasikan US$1 Miliar di Kentucky dan Indiana, Memajukan Rencana Produksi Baterai
Read More
Toyota Akan Menginvestasikan US$1 Miliar di Kentucky dan Indiana, Memajukan Rencana Produksi Baterai
Toyota Akan Menginvestasikan US$1 Miliar di Kentucky dan Indiana, Memajukan Rencana Produksi Baterai
Pada 23 Maret (waktu setempat), Toyota mengumumkan rencana investasi sebesar US$800 juta di pabriknya di Kentucky untuk menyiapkan lini produksi kedua kendaraan listrik baterai (BEV) serta memperluas kapasitas Camry dan RAV4. Perusahaan juga akan menginvestasikan US$200 juta di dua fasilitas di Indiana untuk meningkatkan produksi SUV Grand Highlander, sambil memajukan upaya paralel terkait manufaktur baterai.
2 jam yang lalu