SMM, 23 Maret:
Jumat lalu, timbal LME dibuka pada US$1.893/mt. Pada awal perdagangan, harga berkonsolidasi di kisaran US$1.882–1.895/mt, dan sempat turun intraday ke US$1.880/mt. Setelah itu, pihak bullish masuk dan mendorong harga naik tajam hingga menyentuh level tertinggi US$1.908/mt. Setelah berkonsolidasi di level tinggi, momentum bullish agak melemah, dan timbal LME berbalik ke tren turun yang berfluktuasi. Harga timbal LME bergerak lebar dalam kisaran US$1.888–1.898/mt, dan akhirnya ditutup pada US$1.889/mt. Grafiknya membentuk candlestick bearish kecil, turun US$8/mt, atau 0,42%.
Pada perdagangan malam Jumat lalu, kontrak timbal SHFE 2605 yang paling aktif dibuka gap up pada 16.360 yuan/mt. Pada awal sesi, harga timbal SHFE turun cepat hingga menyentuh level terendah 16.325 yuan/mt. Setelah itu, timbal SHFE berfluktuasi naik, tetapi gagal menembus resistance, dan harga timbal kembali berfluktuasi turun. Setelah pukul 22.30, harga berangsur stabil dan rebound, mencapai level tertinggi 16.445 yuan/mt. Selanjutnya, harga timbal SHFE bergerak sideways dalam kisaran 16.410–16.445 yuan/mt. Pada akhirnya ditutup di 16.415 yuan/mt. Grafiknya membentuk candlestick bullish kecil, naik 125 yuan/mt, atau 0,77%.
Dari sisi pasokan, dengan harga timbal bergerak di level rendah, perusahaan timbal primer menunjukkan keinginan jual yang lemah, sementara perusahaan timbal sekunder mempertahankan harga tetap kuat dan enggan menjual karena dukungan biaya, sehingga transaksi pasar secara keseluruhan lesu. Dari sisi permintaan, pabrik baterai hilir hanya mempertahankan pengadaan sesuai kebutuhan kaku melalui kontrak jangka panjang, sementara tetap berhati-hati dan menunggu untuk pembelian pesanan spot. SMM memperkirakan harga timbal SHFE akan tetap lesu dalam jangka pendek.



