Menurut data bea cukai, total volume impor spodumen litium China dari Januari hingga Februari 2026 sekitar 1,39 juta ton fisik: impor Januari mencapai 832.000 ton fisik, naik hampir 6% secara bulanan dan 41% secara tahunan, setara sekitar 84.000 ton litium karbonat ekuivalen (LCE); impor Februari tercatat 558.000 ton fisik, turun 33% secara bulanan dan sekitar 2% secara tahunan, setara sekitar 50.000 ton LCE.
Secara keseluruhan, volume kedatangan pada Januari mencapai level yang sangat tinggi, terutama karena ketatnya pasokan garam litium pada kuartal IV 2025, yang mendorong tingginya antusiasme produksi di kalangan peleburan spodumen litium domestik dan pada akhirnya meningkatkan permintaan bijih litium. Pada Februari, volume kedatangan menurun akibat libur Tahun Baru Imlek dan potensi keterlambatan kapal.
Berdasarkan negara asal, Australia mencatat pemulihan volume kedatangan sebesar 17% secara bulanan pada Januari, dengan rebound yang signifikan, didukung oleh perbaikan pengapalan dari November hingga Desember 2025. Namun, setelah memasuki Januari, pada awal kuartal, penambang Australia mengambil sikap wait and see terhadap harga litium pada tahun baru, sehingga pengapalan menurun. Ditambah faktor Tahun Baru Imlek pada Februari, volume kedatangan Februari turun 23% secara bulanan. Zimbabwe memasuki musim hujan setelah Oktober tahun lalu, sehingga produksi konsentrat sedikit menurun. Ditambah penyesuaian tarif pajak ekspor dan periode pembukuan awal tahun, volume kedatangan turun masing-masing 35% dan 18% secara bulanan pada Januari dan Februari. Nigeria mencatat kenaikan volume kedatangan yang berkelanjutan sejak Juni 2025 dan tetap berada pada level tinggi. Afrika Selatan menunjukkan kinerja yang sangat baik, dengan volume kedatangan tetap di atas 100.000 ton fisik selama tiga bulan berturut-turut dari Desember 2025 hingga Februari 2026. Sebaliknya, Brasil mencatat volume kedatangan yang tetap rendah pada Januari dan Februari tahun ini, karena beberapa tambang belum melanjutkan produksi dari Oktober hingga Desember tahun lalu.
Selain itu, berdasarkan penyaringan dan analisis menggunakan model SMM, impor spodumen litium pada Januari setara dengan sekitar 84.000 ton LCE, dengan konsentrat litium mencapai 636.000 ton fisik atau 76% dari total. Pada Februari, impor spodumen litium setara dengan 50.000 ton LCE, dengan konsentrat litium mencapai 438.000 ton fisik atau 79% dari total.


![[Gan Jiayue dari Geely: Zeekr 9X akan memasuki pasar Timur Tengah, Asia Tengah, dan Eropa mulai Q3]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/tKgKv20251217171725.png)
![[LG Energy Solution mencatat kerugian operasional Q1 sebesar 207,8 miliar won]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/HySQT20251217171731.png)
