Menurut rilis terbaru dari Administrasi Umum Bea Cukai, statistik SMM menunjukkan bahwa ekspor SiMn China pada Februari 2026 berjumlah 1.965,37 mt, turun 22,61% dibanding bulan sebelumnya. Secara kumulatif, ekspor Januari-Februari mencapai 4.500 mt, naik 11,73% dibandingkan tahun sebelumnya. Impor SiMn China pada Februari 2026 sebesar 0 mt, tidak berubah dibanding Januari. Secara kumulatif, impor Januari-Februari tercatat 0 mt, turun 100% secara tahunan.
Ekspor SiMn turun secara bulanan pada Februari karena dua alasan. Pertama, Februari bertepatan dengan Tahun Baru Imlek. Gelombang terakhir pesanan sebelum libur telah dikirim pada Januari, sementara efisiensi produksi, logistik, dan bea cukai semuanya menurun selama bulan tersebut, sehingga ekspor berkurang. Kedua, permintaan di luar China tetap lemah. Musim sepi industri baja global masih berlanjut, dan pabrik baja di tujuan ekspor utama seperti Indonesia terus melakukan pengurangan produksi dan pemeliharaan, sehingga volume pengadaan SiMn tetap rendah.
Impor SiMn pada Februari melanjutkan tren yang terlihat pada Januari, dengan volume impor tetap 0 mt.
Dari struktur regional arus perdagangan, Indonesia merupakan tujuan utama ekspor SiMn.
Terkait keberlanjutan ekspor paduan SiMn ke depan: dari perspektif makro, perlu dicermati bagaimana perubahan lingkungan ekonomi global ditransmisikan ke pasar SiMn secara keseluruhan; dari perspektif fundamental, perhatian perlu difokuskan pada laju pemulihan permintaan produksi dari pabrik baja di luar China, serta perubahan dalam pelepasan kapasitas dan pengendalian biaya di kalangan produsen SiMn China.

![Harga Magnesium Naik Tiga Sesi Berturut-turut! Sisi Biaya Tetap "Membara" Sementara Sisi Permintaan Kesulitan Mengambil Alih [Komentar SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/EutUV20251217171724.jpeg)
![[SMM inventaris batu bara kokas dan kokas] Minggu ini, inventaris kokas di perusahaan kokas mencapai 449.000 ton](https://imgqn.smm.cn/usercenter/EXHJE20251217171720.jpg)
