Meninjau tren pasar magnesium terbaru, harga magnesium berulang kali bergerak dalam kisaran 16.600–16.700, dengan laju operasional yang relatif lambat. Produsen magnesium primer di hulu menghadapi melemahnya dukungan biaya dan memiliki keinginan terbatas untuk menurunkan harga. Selain itu, pola distribusi persediaan yang telah berlangsung dalam beberapa periode terakhir membuat ketersediaan kargo spot yang beredar tetap terbatas, sementara di tengah lonjakan permintaan yang lebih luas di pasar paduan magnesium, pabrik magnesium menunjukkan keengganan kuat untuk menjual. Ketiga faktor ini bersama-sama membuat ruang penurunan harga magnesium tetap terbatas. Sementara itu, permintaan perdagangan luar negeri menghadapi hambatan transportasi akibat konflik di Timur Tengah, dan pesanan pengadaan ekspor terdampak berat, sehingga gelombang pembelian perdagangan luar negeri pascalibur gagal muncul tepat waktu. Di sisi perdagangan domestik, laju pengadaan tetap relatif longgar, dan belum terbentuk gelombang pembelian terkonsentrasi. Dilihat dari transaksi aktual terbaru, permintaan domestik hanya memberi dukungan dasar bagi pasar, dengan pendorong kenaikan yang relatif terbatas. Pola pasar magnesium yang lemah baik di sisi pasokan maupun permintaan membuat momentumnya tidak cukup untuk mendorong fluktuasi harga satu arah.
Konflik Geopolitik Mengganggu Rantai Energi, Dukungan Biaya Membantu Harga Magnesium Tetap Kuat
Konflik geopolitik di Timur Tengah terus meningkat, menekan rantai pasokan energi global. Harga minyak dan gas alam internasional melonjak tajam, mendorong pelepasan cepat permintaan substitusi terhadap batu bara, dan penguatan harga batu bara memberikan dukungan biaya yang kuat bagi harga magnesium. Peleburan magnesium merupakan industri dengan konsumsi energi tinggi, dan kenaikan harga batu bara akan langsung mendorong naik biaya produksi per ton magnesium, sehingga memaksa perusahaan mempertahankan harga dan menahan penjualan. Saat ini, persediaan magnesium yang beredar di pasar Tiongkok relatif rendah, dan bersama dengan penyusutan bertahap di sisi pasokan, efek dorongan biaya semakin diperkuat, sehingga harga magnesium berpotensi berfluktuasi naik. Selain itu, situasi geopolitik mendorong naik tarif angkutan laut, dan pesanan ekspor sempat menurun, tetapi seiring tarif angkutan laut yang berangsur mereda, permintaan dari pasar Eropa dan India sedikit pulih.
Permintaan Melebihi Ekspektasi dan Memicu Pasar Magnesium, Keengganan Menjual dan Spekulasi Hidup Berdampingan Membentuk Ulang Logika Pasar
Lonjakan permintaan paduan magnesium mengganggu sentimen pasar dalam dua cara. Pertama, dari sisi sentimen, laju pertumbuhan produksi paduan magnesium pada 2025 melampaui ekspektasi, dan pandangan jangka menengah hingga panjang terhadap pasar magnesium tetap secara umum optimistis. Dipengaruhi hal ini, peleburan magnesium primer menunjukkan keengganan kuat untuk menjual, sehingga aksi jual besar-besaran ingot magnesium dari sisi pasokan untuk merealisasikan kas kecil kemungkinannya terjadi, dan dasar harga magnesium tetap kuat. Selain itu, lonjakan permintaan di pasar paduan magnesium menarik pelaku di luar pasar untuk masuk dan menimbun stok, sehingga permintaan spekulatif memanas. Perlu diwaspadai keruntuhan harga rendah akibat aksi jual persediaan secara terpusat, yang dapat membatasi ruang pemulihan harga. Kedua, dari sisi fundamental, kenaikan output produsen paduan magnesium yang berkelanjutan mendorong naik permintaan pengadaan ingot magnesium, sehingga secara signifikan memperkuat dukungan permintaan bagi pasar magnesium.
Pasokan Tinggi Membatasi Harga Magnesium, dengan Resistensi Besar terhadap Kenaikan Lebih Lanjut
Dibandingkan pasar pada periode yang sama 2025–2026, produksi magnesium primer meningkat signifikan secara tahunan sebesar 22.000 mt, dan total pasokan pasar secara keseluruhan jauh lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu. Meskipun saat ini biaya energi dan bahan penunjang tetap tinggi, peleburan masih memperoleh keuntungan. Menurut survei, pabrik magnesium utama saat ini tidak memiliki rencana pemeliharaan musim semi secara terpusat, tingkat operasi tetap tinggi, dan pasokan pasar terus longgar. Pasokan yang melimpah telah menjadi hambatan utama yang saat ini menahan kenaikan lebih lanjut harga magnesium

![Pasar Magnesium Tetap Bertahan Baik seiring Dukungan Biaya dan Tarik-Ulur antara Penjual dan Pembeli Berlanjut [Tinjauan Mingguan Magnesium SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/wUnEn20251217171722.jpeg)
![[Analisis SMM] Ekspor Magnesium Melonjak pada Awal 2026, Gejolak Geopolitik Mengancam Prospek Kuartal II](https://imgqn.smm.cn/usercenter/LYGyd20251217171725.jpg)
