Poin Penting: Ouyang Minggao, akademisi Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, menunjukkan bahwa produksi massal skala besar baterai solid-state sepenuhnya masih memerlukan 3-5 tahun, dan kendaraan uji diperkirakan muncul pada akhir 2026. Jumlah paten Tiongkok telah naik ke peringkat pertama dunia, sementara biaya bahan inti, elektrolit sulfida, telah turun dari 20 juta yuan/mt ke kisaran jutaan yuan. Namun, ia menegaskan bahwa teknologi ini sangat sulit dan menyarankan konsumen bahwa “tidak perlu menunggu”; baterai LFP tetap menjadi “penyangga utama” saat ini. Konsensus industri: 2026 adalah titik awal pemasangan kendaraan dengan baterai semi-solid-state, sementara komersialisasi baterai solid-state sepenuhnya diperkirakan terjadi setelah 2030.
Pada 13 Maret 2026, dalam Konferensi Pertukaran Media Pakar Institut Riset Think Tank CAAM 2026 dan pengarahan media untuk Forum Tingkat Tinggi Pengembangan EV Cerdas, Ouyang Minggao, akademisi Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan profesor Universitas Tsinghua, memaparkan secara sistematis pandangan terbarunya mengenai industrialisasi baterai solid-state.
I. Jadwal Industrialisasi: Produksi Massal Skala Besar Masih Memerlukan 3-5 Tahun
Akademisi Ouyang Minggao dengan jelas menyatakan bahwa meskipun antusiasme pasar sangat tinggi, produksi massal skala besar baterai solid-state sepenuhnya masih membutuhkan waktu.
Kemunculan kendaraan uji: Dari akhir 2026 hingga 2027, sejumlah kendaraan uji yang dilengkapi baterai solid-state sepenuhnya diperkirakan akan diperkenalkan.
Popularisasi skala besar: Agar baterai solid-state sepenuhnya benar-benar mencapai popularisasi skala besar dan penerapan praktis, kemungkinan besar masih diperlukan 3 hingga 5 tahun lagi.
II. Peta Jalan Teknologi yang Jelas: 400 Wh/kg pada 2030, 500 Wh/kg pada 2035
Akademisi Ouyang Minggao secara jelas membagi terobosan teknologi terkait industrialisasi baterai solid-state menjadi tiga generasi dan memberikan jadwal serta target yang spesifik.

III. Perkembangan Terbaru dan Tantangan Teknis
1. Tiongkok mengejar dengan cepat: Tiongkok telah berkembang dengan kecepatan menakjubkan di bidang baterai solid-state. Sejak 2024, negara ini mulai mengejar dengan cepat, dan pada 2025, jumlah paten baterai solid-state sepenuhnya yang baru dipublikasikan di Tiongkok telah mencapai 6.312, setara dengan 44,1% dari total global, melampaui Jepang dan menempati peringkat pertama di dunia.
2. Penurunan biaya bahan utama: Biaya bahan inti, elektrolit solid-state sulfida, telah turun tajam dari sekitar 20 juta yuan/mt pada tahap awal menjadi di bawah 1 juta yuan/mt, sementara kapasitas produksinya juga meningkat pesat, sehingga meletakkan dasar bagi industrialisasi.
Material utama. Harga pasar elektrolit sulfida SMM (LPSC) saat ini: harga per kg berada di kisaran 10.000 yuan, dan harga umum untuk pengadaan skala ton adalah 5.000 yuan/kg. Pada 2026, seiring penurunan biaya bahan baku utama litium sulfida yang mendorong harga elektrolit sulfida turun cepat, harga skala ton diperkirakan berada di 3–5 juta yuan. Dari sisi bahan baku, harga litium sulfida saat ini 2.000 yuan/kg, P₂S₅ 60 yuan/kg, dan litium klorida 110 yuan/kg. 3. Hambatan Teknis Sangat Tinggi: Ouyang Minggao menekankan bahwa baterai solid-state adalah teknologi revolusioner dengan tingkat kesulitan sangat besar dan tidak dapat dicapai dalam semalam. Saat ini, teknologi ini masih menghadapi serangkaian tantangan ilmiah dan teknis yang memerlukan solusi menyeluruh pada material utama, antarmuka, elektroda, dan sel baterai.
Stabilitas Elektrolit: Stabilitas elektrokimia, stabilitas terhadap udara, dan stabilitas termal elektrolit sulfida, serta masalah antarmukanya dengan material elektroda, merupakan fokus utama riset saat ini.
Stabilitas Elektroda Komposit: Reaksi antarmuka dan stabilitas siklus katoda serta anoda komposit merupakan kesulitan utama yang sangat membutuhkan terobosan.
Stabilitas Termal Sel Baterai Berkapasitas Tinggi: Seiring pengembangan beralih dari sel baterai laboratorium kecil ke sel baterai berkapasitas tinggi untuk kendaraan, risiko terkait manajemen termal dan kegagalan antarmuka akan meningkat secara signifikan.
IV. Rekomendasi untuk Konsumen dan Industri
Konsumen “Tidak Perlu Menunggu”: Bagi sebagian konsumen yang menahan dana dan menunggu membeli model kendaraan baterai solid-state, Ouyang Minggao menyarankan bahwa mereka “tidak perlu menunggu.” Ia menilai EV saat ini yang menggunakan baterai litium cair, khususnya baterai LFP, sudah sangat matang secara teknologi dan sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan saat ini.
Industri Harus “Maju dengan Hati-hati”: Ia menilai produsen mobil sebaiknya berhati-hati dalam menjual kendaraan dengan baterai all-solid-state dalam dua tahun ke depan. Ia menekankan bahwa pengembangan teknologi harus dilakukan langkah demi langkah dan perusahaan harus “tidak tergesa-gesa melangkah maju,” agar terhindar dari masalah keselamatan akibat terburu-buru.
Hubungan dengan Teknologi yang Ada
LFP Tetap Menjadi “Batu Pemberat”: Ouyang Minggao menyebut baterai LFP sebagai “salah satu hadiah terbaik yang Tuhan berikan kepada rakyat Tiongkok.” Ia meyakini bahwa bahkan di era baterai solid-state, LFP dengan keunggulannya dalam biaya, umur pakai, dan keselamatan akan terus berperan lama sebagai fondasi dan batu pemberat industri baterai Tiongkok.
Solid-State Bukan “Prajurit Heksagonal”: Ia menekankan bahwa baterai solid-state tidak mahakuasa dan tidak dapat menembus “segitiga mustahil” baterai antara densitas energi, keselamatan, dan biaya. Nilai intinya terletak pada penyediaan energi spesifik yang lebih tinggi sambil sebisa mungkin menyeimbangkan keselamatan dan biaya.
V. Ringkasan
Secara keseluruhan, konsensus industri juga mendukung pandangan Akademisi Ouyang Minggao: 2026 akan menjadi titik awal pemasangan kendaraan skala kecil dan validasi baterai semi-solid-state, sementara penerapan komersial skala besar baterai all-solid-state diperkirakan baru terjadi setelah 2030. Bagi konsumen biasa, teknologi baterai litium saat ini yang sudah matang dan terus berkembang merupakan pilihan yang lebih pragmatis.
Menurut proyeksi SMM, pengiriman baterai all-solid-state akan mencapai 13,5 GWh pada 2028, sementara pengiriman baterai semi-solid-state akan mencapai 160 GWh. Permintaan global baterai litium-ion diproyeksikan mencapai sekitar 2.800 GWh pada 2030, dengan permintaan baterai litium-ion sektor EV menunjukkan CAGR sekitar 11% dari 2024 hingga 2030, permintaan baterai litium-ion ESS dengan CAGR sekitar 27%, dan permintaan baterai litium untuk elektronik konsumen dengan CAGR sekitar 10%. Penetrasi global baterai solid-state diperkirakan sekitar 0,1% pada 2025, dengan penetrasi baterai all-solid-state diperkirakan mencapai sekitar 4% pada 2030, dan penetrasi global baterai solid-state berpotensi mendekati 10% pada 2035.
**Catatan:** Untuk rincian lebih lanjut atau pertanyaan terkait pengembangan baterai solid-state, silakan hubungi:
Telepon: 021-20707860 (atau WeChat: 13585549799)
Kontak: Chaoxing Yang. Terima kasih!



