Bijih Nikel
Harga bijih nikel domestik Indonesia naik signifikan pada pekan ini. Untuk paruh pertama Maret, Harga Patokan Mineral (HPM) bijih nikel Indonesia ditetapkan sebesar US$17,104/dmt, turun 3,21% dibanding bulan sebelumnya. Namun, menurut data SMM, rata-rata premi untuk bijih nikel laterit kadar 1,4%, 1,5%, dan 1,6% masing-masing naik menjadi US$35, US$39, dan US$39,5/wmt, dengan kadar 1,6% mencapai harga serah sebesar US$65,2–US$74,2/wmt. Penguatan premi ini mencerminkan pelepasan permintaan restocking dari smelter serta ekspektasi pesimistis terhadap pengurangan kuota RKAB. Pada saat yang sama, harga serah limonit kadar 1,2% juga naik tipis ke US$24–US$26/wmt.
- Bijih Pirometalurgi:
Dari sisi penawaran dan permintaan, hingga 13 Maret, wilayah pertambangan utama termasuk Morowali, Konawe, dan Halmahera masih menghadapi gangguan logistik akibat badai petir lebat dan kelembapan ekstrem yang mencapai 94%. Kondisi yang berubah-ubah ini menyebabkan tanah jenuh air, sehingga sangat menghambat pengeringan bijih dan kegiatan pengangkutan. Morowali dan Konawe diperkirakan menghadapi sistem hujan intens pada akhir pekan dengan probabilitas curah hujan mencapai 80%, sementara Halmahera diprakirakan kembali mengalami peningkatan intensitas hujan pada Jumat depan, sehingga kapasitas logistik secara keseluruhan tetap terbatas. Saat ini, persetujuan RKAB untuk sebagian besar penambang skala kecil hingga menengah masih tertunda. Karena kuota yang ada tidak lagi dapat digunakan untuk produksi dan penjualan bulan depan, meningkatnya ketidakpastian pasokan ini mendorong harga naik. Di sisi permintaan, smelter Indonesia menghadapi ketidakamanan pasokan bahan baku dan kekurangan bijih pirometalurgi berkadar tinggi, yang mempertahankan level harga tetap kuat. Untuk mengamankan pasokan bahan baku, beberapa smelter bahkan telah menaikkan premi perdagangan. Secara keseluruhan, meskipun dampak kegagalan sistem MOMS sebagian besar telah mereda, pasokan bijih nikel secara umum masih tetap ketat.
- Bijih Hidrometalurgi
Meskipun pasokan spot bijih hidrometalurgi relatif memadai, longsor bendungan tailing pada proyek MHP di suatu kawasan industri telah memaksa lini produksi terkait beroperasi dengan beban rendah, sehingga menyebabkan pelemahan permintaan sementara. Namun, mengingat kekhawatiran atas ketidakpastian persetujuan RKAB, kebutuhan penimbunan proyek yang baru mulai beroperasi, dan permintaan yang terus meningkat dari pulau-pulau luar, harga bijih hidrometalurgi diperkirakan akan mengikuti tren bijih pirometalurgi dan tetap tinggi.
Di sisi kebijakan, terkait rumor pasar bahwa “kuota produksi (RKAB) akan ditambah secara seragam sebesar 25%–30%”, Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada 3 Maret 2026 menjelaskan bahwa tambahan RKAB akan didasarkan pada penilaian individual atas kapasitas dan kepatuhan masing-masing perusahaan, bukan kenaikan proporsional yang diterapkan secara seragam. Ia juga mengumumkan bahwa proses persetujuan dijadwalkan dimulai pada paruh kedua 2026. Pejabat menegaskan bahwa langkah ini merupakan proses regulasi rutin untuk optimalisasi sumber daya, bukan langkah antisipatif sebagai respons terhadap kebijakan batas produksi sebelumnya. Ke depan, karena lambatnya kemajuan persetujuan RKAB, harga bijih nikel pada April diperkirakan tetap kuat dengan kecenderungan naik yang jelas.
Besi Nikel Kasar
“Permintaan Hilir Lemah vs. Biaya Tetap Tangguh: Harga NPI Kadar Nikel Tinggi Naik Stabil”
Harga rata-rata SMM NPI 10–12% naik RMB 2,2 per unit nikel dibandingkan pekan sebelumnya menjadi RMB 1.089,9 per unit nikel (franko pabrik, termasuk pajak), sementara indeks FOB NPI Indonesia naik USD 0,39 per unit nikel menjadi rata-rata USD 138,93 per unit nikel. Meskipun pasar sempat tertekan setelah rilis harga tender dari pabrik baja nirkarat utama pekan ini, aktivitas perdagangan kemudian pulih, mendorong harga transaksi NPI kadar nikel tinggi kembali naik.
Dari sisi pasokan, harga bijih nikel terus meningkat, menambah tekanan biaya pada smelter dan menjaga penawaran hulu tetap pada level tinggi. Dari sisi permintaan, meskipun harga baja nirkarat belum menunjukkan pemulihan yang jelas, aktivitas pasar dan volume pengadaan secara bertahap meningkat. Akibatnya, batas atas psikologis harga pengadaan pabrik baja telah bergeser naik dibandingkan periode sebelumnya.
Secara keseluruhan, meskipun tarikan dari pengguna akhir lemah, pusat harga NPI kadar nikel tinggi terus bergerak naik berkat dukungan biaya, dan hanya menghadapi tekanan sementara saat terjadi aksi jual besar di pasar. Ke depan, tingginya biaya produksi bagi smelter dan biaya penyimpanan bagi pedagang menunjukkan bahwa harga NPI akan tetap ditopang dengan baik.



