Indonesia Membahas Percepatan Kesiapan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama pada 2032

Telah Terbit: Mar 13, 2026 17:53
[Berita Ekspres Aluminium SMM] Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) lintas kementerian bertajuk “Mempercepat Kesiapan SDM dan Kelembagaan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama” di Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026. Forum ini mengintegrasikan lima dimensi utama kesiapan (teknologi/standar, kelembagaan/birokrasi, dll.) serta selaras dengan rencana PLTN pertama Indonesia beroperasi pada 2032 (kapasitas awal ~500 MW, lokasi potensial di Sumatra atau Kalimantan). BRIN juga memproyeksikan kebutuhan ~200 peneliti nuklir baru untuk mendukung ekosistem, melalui inisiatif seperti standar kompetensi, pusat pelatihan (Sekolah Manajemen Energi Nuklir), dan beasiswa.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn