Kontrak berjangka bijih besi DCE sempat turun sebelum berbalik naik dan stabil pada sesi sore. Kontrak yang paling aktif diperdagangkan, I2605, akhirnya ditutup pada 784 yuan/mt, naik 0,26% dibanding sesi sebelumnya. Sementara itu, harga spot turun 2–5 yuan dibanding hari perdagangan sebelumnya. Antusiasme pedagang dalam memberikan penawaran tergolong biasa, dan pembelian pabrik baja terutama untuk memenuhi kebutuhan kaku. Secara keseluruhan, transaksi di pasar spot minim.
Menurut pelacakan survei SMM, intensitas perawatan tanur tinggi terus meningkat pekan ini, dengan volume terdampak naik 102.100 mt secara mingguan menjadi 1,9892 juta mt. Permintaan bijih besi saat ini berada pada level yang relatif rendah. Seiring tanur tinggi yang sebelumnya menjalani perawatan kembali berproduksi secara terkonsentrasi, produksi besi panas diperkirakan pulih pekan depan, dan permintaan bijih besi berpotensi membaik.
Dari sisi makro, perang di Timur Tengah masih berada dalam kebuntuan. Lonjakan harga minyak mentah mendorong naik tarif angkutan laut serta biaya bijih besi impor, memberikan dukungan biaya bagi harga bijih. Namun, karena transaksi aktual terbatas, momentum kenaikan menunjukkan tanda-tanda melemah. Karena itu, dalam jangka pendek, harga bijih kemungkinan terutama bergerak mendatar dalam kisaran tertentu.

![[SMM Steel] India muncul sebagai eksportir bersih baja jadi pada Apr–Feb TA26](https://imgqn.smm.cn/usercenter/UqlZJ20251217171717.jpg)
![[Komentar Bijih Besi Domestik] Harga Konsentrat Bijih Besi di Wilayah Tangshan Mungkin Memiliki Potensi Kenaikan](https://imgqn.smm.cn/usercenter/HbWNv20251217171718.jpg)
