[Ulasan Tengah Hari Nikel SMM] Harga Nikel Mengalami Volatilitas Tajam pada 9 Maret; Data Nonfarm Payroll AS Februari Mengecewakan Secara Tak Terduga

Telah Terbit: Mar 9, 2026 11:45

Berita Nikel SMM, 9 Maret:

Pembaruan Makro dan Pasar:

(1) Jumlah tenaga kerja nonpertanian AS pada Februari turun tak terduga sebesar 92.000, dan tingkat pengangguran naik tipis menjadi 4,4%. Data tenaga kerja nonpertanian untuk Desember tahun lalu dan Januari tahun ini direvisi turun total 69.000. Setelah rilis data, probabilitas tersirat pemangkasan suku bunga The Fed AS pada Juni cepat naik ke sekitar 50%

(2) Menteri Keuangan Lan Fo’an mengatakan dalam konferensi pers bertema ekonomi pada tanggal 6 bahwa pengaturan pendanaan fiskal tahun ini mencapai “level tertinggi baru” di tiga bidang; kebijakan fiskal pada 2026 akan terus mempertahankan sikap yang lebih proaktif; pemerintah pusat akan mengalokasikan 100 miliar yuan untuk mendukung koordinasi fiskal-keuangan guna mendorong permintaan domestik; perangkat kebijakan inovatif untuk koordinasi fiskal-keuangan guna mendorong permintaan domestik akan dibentuk, berfokus pada dua bidang utama: konsumsi rumah tangga dan investasi swasta; dana khusus koordinasi fiskal-keuangan untuk mendorong permintaan domestik pada level 100 miliar yuan dapat menguntungkan kredit pada level triliun yuan.

Pasar Spot:

Pada 9 Maret, harga nikel rafinasi SMM #1 turun 1.600 yuan/mt dibanding hari perdagangan sebelumnya. Dari sisi premi spot, premi rata-rata nikel rafinasi Jinchuan #1 sebesar 7.250 yuan/mt, naik 500 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya; kisaran merek arus utama domestik untuk nikel elektrodeposisi adalah -300–400 yuan/mt.

Pasar Berjangka:

Setelah pembukaan pagi, kontrak nikel SHFE (2605) yang paling banyak diperdagangkan langsung anjlok, menyentuh level terendah 132.000 yuan/mt, lalu memantul tajam. Hingga penutupan sesi pagi, berada di 137.380 yuan/mt, naik 0,47%.

Penguatan indeks dolar AS, ditambah sentimen risk-off yang dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menekan harga logam dasar. Dalam jangka pendek, harga kontrak nikel SHFE yang paling banyak diperdagangkan diperkirakan bergerak mendatar dalam kisaran 130.000–140.000 yuan/mt.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
30 Apr 2026 23:41
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
Read More
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
30 Apr 2026 23:41
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
30 Apr 2026 22:33
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
Read More
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
Menurut Commodity Markets Outlook Bank Dunia edisi April 2026, produksi nikel olahan global diperkirakan meningkat moderat pada 2026 dan 2027 seiring beroperasinya kapasitas pemrosesan baru di Indonesia. Namun, laporan tersebut memperingatkan bahwa ketersediaan bijih hulu yang semakin ketat kemungkinan akan membatasi utilisasi kapasitas. Ini menunjukkan pertumbuhan pasokan nikel Indonesia ke depan mungkin semakin bergantung pada ketersediaan bijih, bukan semata-mata kapasitas pemrosesan nominal.
30 Apr 2026 22:33
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
30 Apr 2026 22:32
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
Read More
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
Menurut laporan Commodity Markets Outlook Bank Dunia edisi April 2026, harga nikel diproyeksikan naik 12% secara tahunan pada 2026 dan 3% lagi pada 2027, karena pertumbuhan konsumsi global diperkirakan melampaui ekspansi pasokan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa meskipun kapasitas pemrosesan nikel baru akan terus beroperasi di Indonesia, ketersediaan bijih hulu yang lebih ketat kemungkinan akan membatasi tingkat utilisasi dan menjaga pasar tetap ketat. Laporan ini juga mencatat bahwa gangguan lebih lanjut terhadap ekspor sulfur dari produsen Timur Tengah dapat menjadi risiko kenaikan tambahan bagi harga nikel.
30 Apr 2026 22:32
Daftar untuk Lanjut Membaca
Dapatkan akses ke wawasan terkini tentang logam dan energi baru
Sudah memiliki akun?masuk di sini