Longsor di Tambang Tantalum DRC Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Ganggu Pasokan dan Picu Lonjakan Harga
[Berita Tantalum SMM] Pada 3 Maret waktu setempat, terjadi longsor di lokasi penambangan Gasasa di Wilayah Masisi, Provinsi North Kivu, bagian timur DRC, yang mengubur ratusan orang. Penyelamat setempat memperkirakan korban tewas melebihi 200, dengan angka korban spesifik masih dalam proses penghitungan. Saat ini, tambang tersebut dikendalikan oleh kelompok pemberontak M23, yang karena takut serangan udara oleh pasukan pemerintah DRC, tidak melakukan penambangan mekanis modern.
Akibat gangguan pasokan bijih tantalum (Ta₂O₅≥30%), transaksi dilaporkan mencapai $210–220 per pon, menunjukkan lonjakan harga yang tajam. Seiring tersebarnya berita ini di pasar, ditambah dengan ketatnya keseimbangan pasokan dan permintaan, harga bijih tantalum diperkirakan akan terus naik, berpotensi mencapai rekor baru.