Pada 5 Maret 2026, setelah sempat menguat pada pagi hari, kontrak timah SHFE yang paling banyak diperdagangkan melihat pusat pergerakannya terkoreksi ke sekitar 405.000 yuan/mt, dan ditutup pada 406.790 yuan/mt pada tengah hari, naik 2,89%. Di LME, timah tiga bulan sempat dikutip pada $51.760/mt, naik 1,09%. Setelah penurunan tajam, SHFE dan LME memasuki fase konsolidasi. Di tengah sentimen makro yang bercampur antara pihak bullish dan bearish, volatilitas intrahari berjangka timah belakangan meningkat signifikan.
Dari perspektif makro, data PMI AS pada awal 2026 menunjukkan ekspansi baik di manufaktur maupun jasa. Pada Februari, PMI jasa ISM AS naik ke 56,1, tertinggi dalam lebih dari tiga tahun, dengan pertumbuhan kuat pada aktivitas bisnis dan pesanan baru serta pertumbuhan lapangan kerja yang makin cepat. PMI manufaktur ISM tercatat 52,4, sedikit di bawah 52,6 pada Januari namun masih berada di wilayah ekspansi; namun, tekanan harga menguat, dengan indeks harga manufaktur Februari mencapai level tertinggi sejak Juni 2022, mencerminkan tarif impor yang lebih tinggi dan kenaikan harga bahan baku. Kombinasi latar belakang ekonomi yang ekspansif dan tekanan harga yang meningkat menggeser ekspektasi pasar terhadap jalur pemangkasan suku bunga The Fed, sehingga memberi dukungan jangka pendek bagi indeks dolar AS. Ketahanan relatif dolar AS dapat, sampai batas tertentu, menekan valuasi komoditas berdenominasi dolar AS; di sisi lain, lingkungan inflasi tinggi juga mendorong modal global mencari alokasi pada aset lindung inflasi. Ekspektasi likuiditas makro ini secara langsung memicu tarik-menarik berulang arus investasi di pasar komoditas saat ini.
Dari sisi fundamental, seiring kontrak yang paling banyak diperdagangkan kembali bergerak di atas ambang 400.000 yuan/mt, kemauan pembelian perusahaan hilir mendingin secara nyata. Dibandingkan suasana transaksi yang aktif pada awal pekan ini, ketika pengisian stok terkonsentrasi saat harga turun, pasar spot kini kembali ke sikap wait-and-see karena kurangnya panduan arah dari pasar berjangka. Penurunan 400 mt pada persediaan bursa kemarin juga secara tidak langsung menegaskan kemampuan dasar pasar untuk menyerap pasokan selama koreksi harga sebelumnya.
Secara keseluruhan, kinerja pasar jangka pendek masih sangat didorong oleh sentimen dan arus modal yang dipicu faktor makro. Dengan harga bertahan di atas 400.000 yuan, tarik-menarik antara pihak bullish dan bearish membuat rentang perdagangan tetap lebar. Harga timah diperkirakan akan mempertahankan tren berfluktuasi dalam jangka pendek. Ke depan, perhatian tetap perlu diarahkan pada dampak situasi Timur Tengah di luar negeri terhadap sumber daya global, serta penyerapan permintaan riil di seluruh rantai industri timah.
![SHFE timah ditutup di 412.910 pada sesi malam, turun 0,70%, karena posisi jual bertambah. Level 410.000 sedang diperebutkan oleh pembeli dan penjual [SMM Tin Morning News]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/reOma20251217171751.jpg)
![SHFE timah semalam naik 0,76% hingga berada di atas 418.000; probabilitas kenaikan suku bunga September turun menjadi 50,4% [Ringkasan Rapat Pagi Timah SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/JnZMp20251217171752.jpg)

