Jepang dan India Berunding untuk Menjelajahi Mineral Tanah Jarang di Rajasthan, Dukungan Teknologi Diperkirakan

Telah Terbit: Mar 5, 2026 09:16
Jepang saat ini sedang berdiskusi dengan India untuk bersama-sama mengeksplorasi endapan mineral tanah jarang di Rajasthan. Pemerintah Jepang berniat mengirim para ahli ke lokasi dan diperkirakan akan memberikan dukungan teknologi pertambangan kepada Rajasthan.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Divestasi Properti, Fokus pada Bisnis Inti seperti Tungsten dan Molibdenum! Xiamen Tungsten Berencana Mengalihkan Properti dan Sejumlah Aset Tetap senilai 192 Juta Yuan melalui Pencatatan (Listing).
20 jam yang lalu
Divestasi Properti, Fokus pada Bisnis Inti seperti Tungsten dan Molibdenum! Xiamen Tungsten Berencana Mengalihkan Properti dan Sejumlah Aset Tetap senilai 192 Juta Yuan melalui Pencatatan (Listing).
Baca Selengkapnya
Divestasi Properti, Fokus pada Bisnis Inti seperti Tungsten dan Molibdenum! Xiamen Tungsten Berencana Mengalihkan Properti dan Sejumlah Aset Tetap senilai 192 Juta Yuan melalui Pencatatan (Listing).
Divestasi Properti, Fokus pada Bisnis Inti seperti Tungsten dan Molibdenum! Xiamen Tungsten Berencana Mengalihkan Properti dan Sejumlah Aset Tetap senilai 192 Juta Yuan melalui Pencatatan (Listing).
20 jam yang lalu
China Menambahkan 20 Entitas Terkait Militer Jepang ke Daftar Pengendalian Ekspor di Tengah Kekhawatiran Keamanan
29 Jun 2026 10:33
China Menambahkan 20 Entitas Terkait Militer Jepang ke Daftar Pengendalian Ekspor di Tengah Kekhawatiran Keamanan
Baca Selengkapnya
China Menambahkan 20 Entitas Terkait Militer Jepang ke Daftar Pengendalian Ekspor di Tengah Kekhawatiran Keamanan
China Menambahkan 20 Entitas Terkait Militer Jepang ke Daftar Pengendalian Ekspor di Tengah Kekhawatiran Keamanan
[SMM Rare Earth Express] Kementerian Perdagangan mengeluarkan pengumuman pada 29 Juni, menyatakan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Pengendalian Ekspor Republik Rakyat Tiongkok serta peraturan perundang-undangan lainnya, dan untuk menjaga keamanan dan kepentingan nasional serta memenuhi kewajiban non-proliferasi internasional, pihaknya memutuskan memasukkan 20 entitas, termasuk Institut Riset Pertahanan, yang terlibat dalam peningkatan kemampuan militer Jepang, ke dalam daftar pengendalian ekspor. Mulai berlaku segera, operator ekspor dilarang mengekspor barang penggunaan ganda kepada entitas tersebut, dan organisasi serta individu dari negara atau wilayah mana pun dilarang mentransfer atau memasok barang penggunaan ganda asal Tiongkok kepada entitas-entitas ini. Dalam keadaan khusus yang benar-benar memerlukan ekspor, permohonan harus diajukan kepada Kementerian Perdagangan. Juru bicara Kementerian Perdagangan menyatakan, langkah ini bertujuan mengekang tegas langkah sembrono Jepang berupa "militerisme model baru." Entitas yang masuk daftar meliputi Institut Riset Pertahanan, Institut Riset Peralatan Darat, Institut Riset Peralatan Kapal, Institut Riset Peralatan Penerbangan, serta beberapa perusahaan seperti Mitsubishi Electric Defense and Space Technology Co., Ltd. dan Mitsubishi Heavy Industries Marine Technology Co., Ltd.
29 Jun 2026 10:33
Energy Fuels-VAC: Cetak Biru AS untuk Keamanan Logam Tanah Jarang【Analisis SMM】
26 Jun 2026 19:28
Energy Fuels-VAC: Cetak Biru AS untuk Keamanan Logam Tanah Jarang【Analisis SMM】
Baca Selengkapnya
Energy Fuels-VAC: Cetak Biru AS untuk Keamanan Logam Tanah Jarang【Analisis SMM】
Energy Fuels-VAC: Cetak Biru AS untuk Keamanan Logam Tanah Jarang【Analisis SMM】
Dengan menggunakan merger Energy Fuels-VAC sebagai lensa, artikel ini menganalisis strategi AS dalam mengakuisisi aset tanah jarang internasional yang telah diminimalkan risikonya. Meskipun dukungan negara menciptakan batas bawah harga sebesar $110/kg untuk pasokan non-Tiongkok, hambatan struktural dalam pemurnian tanah jarang berat dan pangsa pasar yang terbatas (~15%) membuat dominasi Tiongkok tetap tak tergoyahkan dalam jangka pendek.
26 Jun 2026 19:28
Jepang saat ini sedang berdiskusi dengan India untuk bersama-sama meng - Shanghai Metals Market (SMM)