Ekspektasi Pengetatan Pasokan Luar Negeri Menguat; Harga Dasar Ingot Aluminium Naik tetapi Biaya Pengolahan Tertekan [Ulasan Harian Aluminium Spot SMM Tiongkok Selatan]

Telah Terbit: Mar 4, 2026 14:16

SMM, 4 Maret:

Ingot aluminium: Hari ini, aluminium spot A00 Foshan terdampak situasi geopolitik di Iran, sehingga fluktuasi sentimen pasar meningkat. Diskon sempat turun tipis sebelum pulih. Kuotasi arus utama terhadap kontrak bulan terdekat berada di -170 yuan/mt, dengan sebagian kargo dikutip di -180 yuan/mt, turun 10–20 yuan/mt dibanding Jumat lalu. Transaksi intrahari terkonsentrasi di -20~-10 yuan/mt. Pembeli besar di Foshan menyapu kargo pada -10 yuan/mt. Kargo berharga lebih rendah relatif melimpah, dan sejumlah kecil kuotasi memantul kembali mendekati paritas. Pembelian hilir terutama didorong permintaan kaku, dengan pengiriman ke pabrik pada -10 yuan/mt, dan secara keseluruhan sentimen pembelian tetap lesu.

Billet aluminium: Hari ini, rata-rata biaya pemrosesan billet aluminium SMM 6063 (Guangdong) adalah 180 yuan/mt untuk Φ90/100, dan 130 yuan/mt untuk Φ120 ke atas, turun 20 yuan/mt dari kemarin. Dipengaruhi ekspektasi pengetatan pasokan luar negeri, harga dasar naik signifikan, dan biaya pemrosesan billet aluminium agak tertekan. Sementara itu, pemulihan operasi hilir pascalibur berjalan lambat, dan pembelian terutama didorong permintaan kaku, dengan pembeli menekan harga lebih rendah. Jika harga futures aluminium terus naik, pemasok akan terus menaikkan biaya pemrosesan, sementara sentimen perdagangan pasar relatif biasa.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Ekspor Aluminium Foil Turun 6% YoY pada April; Pemulihan Ekspor Sepanjang Tahun Masih Dipertanyakan [Analisis SMM]
1 jam yang lalu
Ekspor Aluminium Foil Turun 6% YoY pada April; Pemulihan Ekspor Sepanjang Tahun Masih Dipertanyakan [Analisis SMM]
Read More
Ekspor Aluminium Foil Turun 6% YoY pada April; Pemulihan Ekspor Sepanjang Tahun Masih Dipertanyakan [Analisis SMM]
Ekspor Aluminium Foil Turun 6% YoY pada April; Pemulihan Ekspor Sepanjang Tahun Masih Dipertanyakan [Analisis SMM]
Menurut data bea cukai, total ekspor aluminium foil Tiongkok (kode tarif 76071110, 76071120, 76071190, 76071900, 76072000) mencapai 114.400 mt pada April 2026, naik 10,5% MoM tetapi turun 6,2% YoY.
1 jam yang lalu
Ekspor Pelat/Lembaran dan Strip Aluminium Naik 18% YoY dan MoM pada April; Pesanan yang Dialihkan dari Amerika Utara Mendukung Ekspor Q2
1 jam yang lalu
Ekspor Pelat/Lembaran dan Strip Aluminium Naik 18% YoY dan MoM pada April; Pesanan yang Dialihkan dari Amerika Utara Mendukung Ekspor Q2
Read More
Ekspor Pelat/Lembaran dan Strip Aluminium Naik 18% YoY dan MoM pada April; Pesanan yang Dialihkan dari Amerika Utara Mendukung Ekspor Q2
Ekspor Pelat/Lembaran dan Strip Aluminium Naik 18% YoY dan MoM pada April; Pesanan yang Dialihkan dari Amerika Utara Mendukung Ekspor Q2
Berdasarkan data bea cukai, ekspor pelat/lembaran dan strip aluminium China (kode tarif 76061121, 76061129, 76061191, 76061199, 76061220, 76061230, 76061251, 76061259, 76061290, 76069100, 76069200) mencapai total 327.900 mt pada April 2026, naik 18% MoM dan naik 18% YoY.
1 jam yang lalu
Krisis Timur Tengah Memicu Perlambatan Ekonomi Global dan Inflasi, Menurut Laporan PBB
23 May 2026 15:32
Krisis Timur Tengah Memicu Perlambatan Ekonomi Global dan Inflasi, Menurut Laporan PBB
Read More
Krisis Timur Tengah Memicu Perlambatan Ekonomi Global dan Inflasi, Menurut Laporan PBB
Krisis Timur Tengah Memicu Perlambatan Ekonomi Global dan Inflasi, Menurut Laporan PBB
Laporan *World Economic Situation and Prospects as of Mid-2026* yang dirilis oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan jelas menunjukkan bahwa krisis Timur Tengah telah menimbulkan gelombang guncangan baru terhadap ekonomi global, yang secara langsung menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi global, kenaikan kembali tekanan inflasi, dan semakin meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Patut dicatat, dampak krisis ini sangat tidak merata, dengan negara-negara berkembang menanggung beban terberat dari guncangan tersebut. Dalam kondisi saat ini, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan mencapai 2,5% pada tahun 2026, meskipun angka ini telah direvisi turun sebesar 0,2 poin persentase dari perkiraan bulan Januari.
23 May 2026 15:32