25 Februari 2026
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memberikan angin segar baru bagi harga emas, menurut bank Prancis Natixis. Dalam laporan logam mulia yang diterbitkan pekan lalu, analis berargumen bahwa eskalasi konflik antara pemerintah AS dan Iran dapat memicu impuls safe-haven yang signifikan dalam jangka pendek. Berdasarkan pola konflik historis, diperkirakan harga emas bisa naik sekitar 15% jika terjadi eskalasi—dengan sebagian besar pergerakan kemungkinan terjadi sangat awal.
Natixis secara eksplisit menempatkan reaksi pasar dalam jendela jangka pendek: dalam perkiraannya, kenaikan harga terkuat akan terjadi dalam satu hingga dua minggu pertama setelah dimulinya aksi militer yang mungkin terjadi. Dengan baseline yang cenderung sideways, Natixis melihat kisaran $5.500 hingga $5.800 per ons dalam dua minggu setelah serangan dalam skenario ini.
Natixis: Permintaan Safe-Haven Awalnya Bisa Dorong Harga Emas dengan Cepat
Bagi para ahli, mekanismenya jelas: meningkatnya ketidakpastian geopolitik biasanya meningkatkan permintaan "safe haven," yang sering kali langsung menguntungkan harga emas. Natixis menekankan bahwa pergerakan seperti ini biasanya tidak berlangsung stabil tetapi dimulai sebagai lompatan cepat—dan baru kemudian beralih ke fase penilaian ulang. Argumennya adalah bahwa pasar membutuhkan waktu setelah reaksi shock awal untuk mengkategorikan implikasi ekonomi dan politik.
Dalam konteks ini, analis menunjukkan bahwa harga emas telah menunjukkan tren lebih kuat sejak awal bulan—sejalan dengan retorika yang lebih keras dari Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. Pekan lalu, ketidakpastian geopolitik telah mendorong harga emas di atas $5.000 per ons. Namun, pasar sejauh ini gagal mempertahankan keuntungan di atas $5.200, meskipun harga tetap didukung pada level yang tinggi.
Pada saat penilaian yang dikutip, emas spot terakhir diperdagangkan pada $5.147,20 per ons. Dari perspektif Natixis, angka-angka tersebut menggarisbawahi gambaran pasar yang telah mematok premi geopolitik tetapi saat ini tetap berada dalam semacam "zona tunggu."
Mengapa Harga Emas Tidak Otomatis Terus Naik Meski Mendekati Rekor
Sejelas Natixis menggambarkan potensi kenaikan jangka pendek jika terjadi eskalasi, peringatan mengenai kurangnya keberlanjutan sama jelasnya. Bank menyatakan bahwa permintaan aset safe-haven bisa "sangat fluktuatif" dan jarang menyebabkan kenaikan harga permanen. Keuntungan sering kali hilang begitu konflik stabil—bahkan jika konfrontasi berlangsung lebih lama. Faktor penentunya bukanlah durasi konflik, melainkan apakah pasar dapat menilai konsekuensinya dengan lebih baik.
Pandangan ini sesuai dengan pola yang digambarkan Natixis: kenaikan harga cepat di fase awal, diikuti penurunan begitu ketidakpastian berkurang atau setidaknya menjadi lebih terprediksi. Untuk harga emas, menurut logika bank ini, berarti: potensi kenaikan jangka pendek bisa besar, tetapi jalannya fluktuatif—dan penurunan dapat terjadi sama cepatnya.
Hal ini menyoroti tingkat kedua: bukan hanya eskalasi yang penting, tetapi juga reaksi yang diantisipasi dari aktor politik. Natixis secara eksplisit menghubungkan observasi pasar dengan asumsi mengenai tindakan yang mungkin diambil pemerintah AS.
Analisis Skenario: Tindakan Terbatas, Durasi Krisis Sekitar Satu Bulan
Dalam hal eskalasi, Natixis tidak memperkirakan keterlibatan militer tak terbatas, melainkan aksi terbatas. Bank berasumsi bahwa pemerintahan Trump mungkin mengikuti "buku pedoman baru" yang mengarah pada langkah-langkah terbatas. Dalam skenario dasar ini, Natixis memperkirakan krisis potensial di Timur Tengah berlangsung sekitar satu bulan.
Analis Prancis itu mendasarkan penilaian ini dengan menyatakan bahwa pemerintah AS mungkin lebih cenderung menargetkan pemimpin sementara struktur rezim dan aparat keamanan tetap utuh. Venezuela disebut sebagai analogi. Natixis membedakan pendekatan ini dari strategi yang bertujuan untuk perubahan rezim menyeluruh dan reorganisasi kelembagaan—sebuah pendekatan yang dikaitkan para ahli dengan era Bush dan contoh Irak serta Afghanistan, di mana struktur rezim dan militer dibongkar.
Dari perspektif Natixis, asumsi skenario ini penting bagi karena durasi dan intensitas konflik yang diharapkan membantu menentukan berapa lama premi safe-haven bertahan di pasar. Laporan ini pun menggambarkan bahwa risiko geopolitik dapat mendorong rekor tertinggi baru dalam jangka pendek—sementara pada saat yang sama, risiko itu sendiri menjadi dasar pembentukan harga yang sangat fluktuatif.
Sumber:

