[Analisis SMM] Tinjauan Pasar Bijih Nikel Selama Liburan Tahun Baru Imlek 2026 dan Prospek Pasca-Liburan

Telah Terbit: Feb 24, 2026 11:34

Pasar Filipina: Penurunan Musiman dan Kendala Pasokan Selama liburan Tahun Baru Imlek, aktivitas perdagangan bijih nikel di Filipina tetap lesu, dengan volume perdagangan yang langka. Stagnasi ini terutama disebabkan oleh ketidakhadiran pembeli Tiongkok selama liburan. Di sisi pasokan, pengiriman masih terkonsentrasi di wilayah utara, sementara pengiriman dari Surigao dan daerah selatan lainnya tetap pada level rendah. Meskipun inventaris pelabuhan di Tiongkok turun sedikit, permintaan pabrik peleburan terhadap bijih Filipina tetap lemah selama liburan. Lemahnya permintaan ini disebabkan oleh harga bijih nikel Filipina yang terus tinggi dan fakta bahwa banyak pabrik peleburan telah membangun inventaris yang cukup pada akhir tahun lalu. Selain itu, musim hujan yang berlangsung sejak Desember terus memberlakukan kendala pasokan, memberikan tekanan naik yang stabil pada harga. Harga tinggi ini semakin didukung oleh meningkatnya ketidakpastian pasar mengenai pasokan domestik dari Indonesia dalam beberapa bulan mendatang. Pasar Indonesia: Ketidakpastian Kebijakan dan Kendala Kuota RKAB Di pasar Indonesia, para pelaku tetap dalam mode "tunggu dan lihat", menunggu implementasi penuh persetujuan RKAB (kuota penambangan). Meskipun beberapa penambang besar telah menerima persetujuan, banyak tambang menghadapi kuota yang berkurang signifikan secara tahunan. Tren ini mendukung kemungkinan bahwa pemerintah akan memberlakukan sistem RKAB tahunan yang lebih ketat dalam jangka pendek, membatasi kuota tahunan nasional pada sekitar 260 hingga 270 juta wmt. Akibatnya, banyak pabrik peleburan kini menghadapi kekurangan bijih yang mendesak, dengan hanya sedikit perusahaan yang memiliki inventaris cukup untuk menopang operasi jangka panjang. Meskipun harga patokan perdagangan domestik (HPM) turun sedikit 0,58% menjadi $17.670/mt Ni pada paruh kedua Februari karena dampak liburan, mengingat bahwa musim hujan saat ini di Indonesia masih berlangsung di beberapa daerah, Ramadan yang mendekat akan lebih membatasi efisiensi produksi, dan ketidakpastian persetujuan pemerintah terus menghalangi peningkatan pasokan, pasar umumnya memperkirakan bahwa hambatan persetujuan RKAB akan sulit diselesaikan dalam jangka pendek. Terjalin dengan berbagai faktor bullish ini, harga bijih nikel domestik Indonesia dan premi kemungkinan akan menunjukkan tren naik.

 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Nickel Flash News] Proyek ENC Indonesia Siap Menambah Pasokan Nikel Grade Baterai Baru
3 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash News] Proyek ENC Indonesia Siap Menambah Pasokan Nikel Grade Baterai Baru
Baca Selengkapnya
[SMM Nickel Flash News] Proyek ENC Indonesia Siap Menambah Pasokan Nikel Grade Baterai Baru
[SMM Nickel Flash News] Proyek ENC Indonesia Siap Menambah Pasokan Nikel Grade Baterai Baru
Start-up proyek HPAL Excelsior Nickel Cobalt (ENC) Indonesia, yang diperkirakan akan memproduksi MHP pertamanya pada Juli dan nikel rafinasi pada Agustus, menandai ekspansi besar lainnya di industri nikel hilir negara ini. Meskipun proyek ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat material baterai terkemuka dunia dan menarik investasi asing lebih lanjut, tambahan kapasitas nikel Kelas-1 sebesar 72.000 ton per tahun berpotensi meningkatkan permintaan bijih limonit domestik dalam jangka panjang sekaligus menambah surplus global nikel tingkat baterai. Dalam jangka pendek, pasokan baru dapat memberikan tekanan lebih lanjut pada harga MHP dan nikel, berpotensi menekan margin di seluruh rantai nilai nikel Indonesia serta memperkuat kekhawatiran pasar atas kelebihan pasokan di tengah diskusi berkelanjutan mengenai kuota RKAB tambahan.
3 jam yang lalu
[SMM Analysis] Data Impor dan Ekspor Sulfur dan Asam Sulfat Indonesia Bulan Mei
3 jam yang lalu
[SMM Analysis] Data Impor dan Ekspor Sulfur dan Asam Sulfat Indonesia Bulan Mei
Baca Selengkapnya
[SMM Analysis] Data Impor dan Ekspor Sulfur dan Asam Sulfat Indonesia Bulan Mei
[SMM Analysis] Data Impor dan Ekspor Sulfur dan Asam Sulfat Indonesia Bulan Mei
[SMM Analysis] Data Impor dan Ekspor Belerang dan Asam Sulfat Indonesia Bulan Mei
3 jam yang lalu
[Analisis SMM] Data Impor dan Ekspor Belerang dan Asam Sulfat Indonesia Mei
4 jam yang lalu
[Analisis SMM] Data Impor dan Ekspor Belerang dan Asam Sulfat Indonesia Mei
Baca Selengkapnya
[Analisis SMM] Data Impor dan Ekspor Belerang dan Asam Sulfat Indonesia Mei
[Analisis SMM] Data Impor dan Ekspor Belerang dan Asam Sulfat Indonesia Mei
Pada Mei 2026, total impor belerang bulanan Indonesia mencapai 277.834,30 ton berdasarkan kandungan fisik, naik 3,9% MoM dan turun 55,80% YoY, dengan negara pengimpor utama meliputi China, Vietnam, Inggris, India, Singapura, Spanyol, Turkmenistan, Turki, Arab Saudi, dan Jepang; Total ekspor belerang bulanan Indonesia mencapai 24,08 ton berdasarkan kandungan fisik, dengan tujuan ekspor utama yaitu Jerman, Hong Kong, China, dan AS; Total impor asam sulfat bulanan Indonesia mencapai 55.296,994 ton berdasarkan kandungan fisik, turun 68,1% MoM dan naik 236,6% YoY, terutama dari China, India, dan Korea Selatan; Total ekspor asam sulfat bulanan Indonesia adalah 0.
4 jam yang lalu
[Analisis SMM] Tinjauan Pasar Bijih Nikel Selama Liburan Tahun Baru Imlek 2026 dan Prospek Pasca-Liburan - Shanghai Metals Market (SMM)