Pasar Filipina: Penurunan Musiman dan Kendala Pasokan
Selama liburan Tahun Baru Imlek, aktivitas perdagangan bijih nikel di Filipina tetap lesu, dengan volume perdagangan yang langka. Stagnasi ini terutama disebabkan oleh ketidakhadiran pembeli Tiongkok selama liburan. Di sisi pasokan, pengiriman masih terkonsentrasi di wilayah utara, sementara pengiriman dari Surigao dan daerah selatan lainnya tetap pada level rendah. Meskipun inventaris pelabuhan di Tiongkok turun sedikit, permintaan pabrik peleburan terhadap bijih Filipina tetap lemah selama liburan. Lemahnya permintaan ini disebabkan oleh harga bijih nikel Filipina yang terus tinggi dan fakta bahwa banyak pabrik peleburan telah membangun inventaris yang cukup pada akhir tahun lalu. Selain itu, musim hujan yang berlangsung sejak Desember terus memberlakukan kendala pasokan, memberikan tekanan naik yang stabil pada harga. Harga tinggi ini semakin didukung oleh meningkatnya ketidakpastian pasar mengenai pasokan domestik dari Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.
Pasar Indonesia: Ketidakpastian Kebijakan dan Kendala Kuota RKAB
Di pasar Indonesia, para pelaku tetap dalam mode "tunggu dan lihat", menunggu implementasi penuh persetujuan RKAB (kuota penambangan). Meskipun beberapa penambang besar telah menerima persetujuan, banyak tambang menghadapi kuota yang berkurang signifikan secara tahunan. Tren ini mendukung kemungkinan bahwa pemerintah akan memberlakukan sistem RKAB tahunan yang lebih ketat dalam jangka pendek, membatasi kuota tahunan nasional pada sekitar 260 hingga 270 juta wmt. Akibatnya, banyak pabrik peleburan kini menghadapi kekurangan bijih yang mendesak, dengan hanya sedikit perusahaan yang memiliki inventaris cukup untuk menopang operasi jangka panjang. Meskipun harga patokan perdagangan domestik (HPM) turun sedikit 0,58% menjadi $17.670/mt Ni pada paruh kedua Februari karena dampak liburan, mengingat bahwa musim hujan saat ini di Indonesia masih berlangsung di beberapa daerah, Ramadan yang mendekat akan lebih membatasi efisiensi produksi, dan ketidakpastian persetujuan pemerintah terus menghalangi peningkatan pasokan, pasar umumnya memperkirakan bahwa hambatan persetujuan RKAB akan sulit diselesaikan dalam jangka pendek. Terjalin dengan berbagai faktor bullish ini, harga bijih nikel domestik Indonesia dan premi kemungkinan akan menunjukkan tren naik.



